Terpancar dari wajahnya cahaya keimanan, terlihat wajah seseorang yang senantiasa qiyamul lail. Wajahnya enak dipandang senyumnya begitu menawan, ah, aku tak kuasa memandangnya. Dari kejauhan dia terliat ceria menyapa beberapa orang yang melintas di hadapannya, dia terlihat begitu ramah kepada siapa saja.
Pagi itu aku berdiri dekat jendela kantorku menghadap tempat ia bekerja, memandangi setiap gerak gerik yang ia lakukan. Sesekali aku melihatnya mengusap keringat di dahi petanda ia sedang kelelahan, tapi wajanya masih saja terlihat segar tidak ada raut keluh kesah. Sunggu ia benar-benar luar biasa.