Kamis, 17 Desember 2015

SI PENJUAL SANDAL

14 Maret 2013

       Pengalaman pertama menjual sendal kepada masyarakat kota, untuk hari pertama ini Alhamdulillah lancar dan respon dari masyarakat cukup baik. Berjalan kaki dari rumah ke rumah menawarkan barang dagangan dengan sabar, kadang tertolak kadang juga disambut dengan baik. Itula gambaran hari pertama saat ku putuska  untuk mencoba menjual sandal jepit. Aku sangat bersyukur dengan jalan yang ku tempuh saat itu, walau terlihat sepele ternyata pekerjaan itu butuh kesabaran yang lebih, agar tetap laris dan mendapatkan untung. Sebagian konsumen yang ku temui mengira bahwa aku adalah anak kuliah jurusan pemasaran, padahal itu salah besar. Style pakaian yang ku kenakan ya selayaknya seorang akhwat dan memang  layaknya mahasiswi pada umumnya maka dari itu tak heran jika sebagian orang mengira mahasiswa pemasaran, toh aku memang seorang mahasiswi.

sibukan aja dirimu buat memperbaiki diri, karena jodoh adalah cerminan diri kita

kamu mencintainya, namun kamu sudah tahu dia tidak akan menjadi jodohmu. olehnya itu kamu pergi menjauh. aku yakin kamu pasti khawatir dengan hatimu. Kamu berusaha melupakannya namun agaknya sedikit sulit. kenangan  yang kamu alami masing teringat jelas di kepalamu. Kamu tau dia sudah berproses dengan orang lain? iya kan? jujur deh?

kamu suka beneran dengan dia ? 
apa sih baiknya menyukai orang yang tidak menyukaimu, ? itu melelahkan kawan.

Jumat, 04 Desember 2015

FIKSI STORY

                          MENCINTAI KEHILANGAN

Terpancar dari wajahnya cahaya keimanan, terlihat wajah seseorang yang senantiasa qiyamul lail. Wajahnya enak dipandang senyumnya begitu menawan, ah, aku tak kuasa memandangnya. Dari kejauhan dia terliat ceria menyapa beberapa orang yang melintas di hadapannya, dia terlihat begitu ramah kepada siapa saja.
Pagi itu aku berdiri dekat jendela kantorku menghadap tempat ia bekerja, memandangi setiap gerak gerik yang ia lakukan. Sesekali aku melihatnya mengusap keringat di dahi petanda ia sedang kelelahan, tapi wajanya masih saja terlihat segar tidak ada raut keluh kesah. Sunggu ia benar-benar luar biasa.
Waktu semakin sore aku harus segera pulang, namun sejujurnya aku tak ingin waktu ini berlalu, aku ingin lebih lama disini namun aku harus pergi. Pergi meninggalkan segala aktivitas hari ini. Aku berharap esok aku kembali menemuinya walau hanya dari kejauhan. Aku tak pernah berharap bisa dekat dengannya namun aku selalu berharap bisa selalu melihatnya bahagia dan ceria setiap saat. Aku juga tak pernah berharap dia tau atau tidak mengenai perasaanku ini. Yang terpenting dia harus istiqomah dengan sifatnya itu "ramah".
Hari semakin gelap maka ku ambil helm hitam di bawah meja kerjaku kemudian aku berlalu menuju parkiran, sejenak ku tegok ke arah meja kerja barangkali ada sesuatu tertinggal, setelah ku pastikan semua aku langsung pergi.
Sesekali aku melihatnya kembali sesaat setelah aku mengendarai motor bututku. Aku hanya bisa tersenyum sendiri kemudian berlalu.
Hari kembali pagi, seperti biasa aku bergegas mempersiapkan perbekalan untuk ke kantor dan berangakat lebih pagi.
Dari ujung jalan aku melihat mobil hitam itu telah mendahuluiku masuk ke halaman kantor, dengan rasa tidak terima karena aku sudah bertekad hari ini akulah karyawan pertama yang harus tiba di kantor, olehnya itu aku menambah kecepatan motorku mengejar mobil kijang hitam tadi. Setiba di depan gerbang tiba-tiba aku terhenti, aku melihatnya sudah berdiri di depan ruangannya. Akhirnya amarahku pun hilang dan aku tersipu malu sendiri, aku malu dengan diriku sendiri karena marah gak jelas.
          *****
Beberapa hari ini aku mulai merasa sedih, waktu terus berlalu dan pada akhirnya aku akan pergi, yaa aku akan meninggalkan semua aktivitas harianku disini, aku akan kembali menjelajahi bumi lain, bumi yang penuh berkah insyaa Allah. Aku pasti akan merindukannya tapi sebenarnya aku sangat bodoh jika akan merindukannya karena aku sudah mengetahui kedepannya tentang dia. Ah entah rasa apa yang telah merasuki dadaku ini, sampai-sampai aku sangat bodoh tentang ini.
Aku akan kembali menjalajahi bumi Allah untuk mendapatkan keberkahan yang lebih besar, insya Allah. Aku yakin Allah akan mempertemukan aku dan dia disana nanti walau aku tahu kadang keyakinan tak sesuai dengan kenyataan yang terjadi.
Aku harus pergi, aku tahu aku tidak bisa memendam ini lama-lama, lebih baik aku menjauh dan mencari sesuatu yang lebih bermanfaat dari pada memikirkan yang tidak jelas arahnya. Aku harus meraih cita-citaku yang lebih besar dan aku harus belajar untuk melupakan segala kenangan tentang dia.

Bersambung....

Kamis, 03 Desember 2015

Aku dan skenarioNya

Meniti satu persatu setiap coretan yang pernah aku tulis saat kuliah dulu. Coretan itu akan menjadi jejak-jejak kisah yang sangat indah.. Bersabarlah dulu, 1 tahun 5 bulan adalah awal pasca kampusku yang akan menjadi pengalaman berharga bagiku.

Bagaimana tidak, Allah mengobati kesedihanku dengan mengantarku ke borneo bertemu orang2 yang luar biasa, ya menurutku ini adalah obat bagiku saat aku tertunda ke depok untuk sebuah misi mulia, aku memulai semua dari sini kota borneo, di tengah perjalanan bekerja plus menambah kemampuan diri aku memutuskan mencoba pergi ke sebuah kota untuk mengawali cita-citaku dulu, saat aku gagal ke depok. Yah aku berhasil mengasingkan diri selama dua bulan, dan pada akhirnya aku kembali lagi ke borneo, menyelesaikan amanah yang sempat ku tinggalkan.

Mengucapkan/berkata/ berbicara, ya... Selalu berucap setiap impian2 yang ingin engkau raih mungkin adalah juga salah satu cara menjadikan mimpi itu lebih mendekat denganmu.. Karena setiap orang yg mendengar ucapanmu akan mengaminkannya. Seperti lirik lagi wali band yg mengatakan "setiap kata adalah do'a"

Ahh aku sangat bahagia dengan setiap skenario Allah ini, sabar, teguh, lapang dada, ikhlas, dan air mata pun selalu menghiasi setiap hembusan nafasku.
Tak hanya itu bahkan prasangka pun pernah menghantuiku, alhamdulillah tidak berlama2 bersemayam..
Aku pernah mendengar murobiyahku berkata "jangan sibuk memikirkan orang lain yang menjelekanmu, selalulah berkhusnudzan kepada semua orang, soal kamu rugi atau tidak krn telah berkhusnudzan, itu urusanmu dengan Allah, karena Allah tidak pernah tidur".


Aku rasa kisah ini belum berakhir, aku akan terus mengikuti alur skenario ini dengan khidmat dan tidak keluar jalur2 terlarang.

Aku yakin Allah telah mempersiapkan sebuah Rencana yang sangat indah untuk kisah perjalananku mencari keberkahanNya.

Satu pesan yang tak akan hilang dalam ingatanku selama aku di kota borneo ini dari ust Mahsun Al Hafizh "jangan pernah tinggalkan sholat malam".

Ya Allah terima kasih atas kisah ini, semuanya sangat indah.

Menunggu  kisah perjalanan hikmah selanjutnya (^_^)  #SkenarioTerbaik