Senin, 01 Oktober 2012

CERPEN "DIA DATANG KEMBALI"


 Detak jam dinding terus berbunyi warnanya yang hitam membuat cicak nyaman bersembunyi dibalik jam tersebut. sekarang yang menunjukan pukul 18.00 malam, aku terhanyut dengan lamunan yang tak terarah diatas kursi empuk di teras rumah. Hari ini adalah hari Sabtu. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan malam ini. Malam terasa sunyi tak ada yang menyapaku, kalau biasa setiap malam minggu halamanku dipenuhi canda tawa oleh anak-anak tetangga,dan kadang memanggil namaku, namun malam ini terasa kelam. Seolah semua membisu padaku tak ada yang mau mengetahui apa sebenarnya yang terjadi padaku, semuanya membungkam. Inikah yang harus ku alami Tuhan. Wajah itu masih terbayang jelas dalam ingatanku. Serasa tak mungkin hal ini terjadi. Ternyata Allah memiliki rencana lain dibalik kejadin ini. Kusandarkan tubuhku ke kursi memandang langit dengan bulan yang selalu terlihat cerah dan ceriah ditemani bintang-bintang yang selalu setia. Aku tak menyangka bisa terpisa dengannya, seorang yang kucintai dari lubuk hati yang paling dalam.
walau aku sudah tahu  pacaran dalam islam itu dilarang, kadang masih saja tanpa sadar aku terbayang oleh wajahnya. Aku terhanyut dalam lamunan saat awal aku jadian dengannya. Suasana malam ini berhasil menyeretku kembali ke masa lalu. Disat aku petrtama kali mengenal pacaran.
****
Kesejukan embun pagi menemaniku disebuah taman kecil di sekolah. Belum ada siswa yang datang, hanya ada suara-suara burung yang menemaniku. sengaja aku mempercepat kehadiran karena ada tugas yang harus kutulis bersama Farhan. Aku janjian pukul 06.30 disekolah. Sambil menunggu Farhan aku memainkan harmonika  yang sempat ku bawa dari rumah. Sambil memjamkan mata aku menikmati lantunan suara harmonica ini.
Tanpa kusadari dari kejauhan Farhan memandangiku memainkan harmonica, entah apa yang ada dalam pikirannya saat itu. Farhan adalah sahabat karibku sejak di bangku SMP, dan sama-sama masuk di SMA favorit di desa. Setelah bebrapa lama Farhan memandangiku, ia berjalan menemuiku dan menyapaku serta meledekku.
“Jannah ,,,,,”teriak Farhan dari kejauhan.
“wah,,,wah,,, dibalik sifat pendiammu, ternyata kamu juga bisa main alat musik ini yah,”  ia tertawa sambil tertawa menuju ke arahku.
“Masya Allah”. Pemuda itu memuji kepiawaianku dalam memainkan alat musik ini. Dia terus melontarkan kalimat-kalimat pujian untukku, sesekali ia memintaku untuk mengulang tiupan harmonika yang kupegang, namun aku malu. Dan berpura-pura tidak mau, sampai pada ia memohon sekali dan akhirnya aku luluh juga kemudian memainkan alat musik itu. Detik terus melaju kencang seolah meninggalkanku dan Farhan di taman. Tiba-tiba aku tersadar dan menanyakan tugas yang ku smskan semalam.
“Astaghfirullah,,, jam berapa ini Farhan? Kamu bawa kan tugas yang aku minta semalam. Karena mau diselesaikan dan di kumpul jam 08.00 nanti”celetukku.
 “oh tentu dong, Farhan kan selalu ingat apapun yang di pinta oleh tuan putri Jannah, hehehe”, rayuan Farhan mulai keluar.
“ah, Tuan putri, ada-ada saja kamu Han, cepat berikan padaku tugasnya”.
“hmmm,, tunggu dulu. Sebelum aku berikan ini, ada satu hal yang aku pinta darimu. Gimana?” lagi-lagi Farhan membuatku kesal. Akupun menayakan hal apakah yang ia inginkan dariku. Kemudian Farhan mengatakan sesuatu hal padaku. Saat itu dia tidak ada sedikitpun rasa malu dalam mengatakannya padaku.
            Saat itu aku kaget dengan kalimat yang diungkapkan padaku. Farhan mengatakan bahwa ia mencintaiku sejak kelas 1. Sontak aku bertanya pandaya,
“ apa yang kau katakana Han, apa yang membuat kamu bisa mencintaiku dengan sifatku yang begini”
“Jannah, jujur aku dengan mantap mengatakan ini padamu, kita sudah bersahabat 5 tahun dan itu membuatku kagum padamu, pada hari ini tanpa keraguan aku mengungkapkan padamu, pohon-pohon akan menjadi saksi cinta suci kita berdua, sejak lama, perasaan ini ingin ku ungkapkan padamu. Namun,  suasananya tak pernah mendukung. Makanya, di moment ini aku tak mau kehilangan kesempatan lagi, gimana Jan, mau kah kamu menerima aku jadi pacarmu? Aku sungguh tulus mencintaimu”, ungkap Farhan.
Sebagai wanita hatiku pun terluluhkan dengan kalimat-kalimat yang dirangkai oleh Farhan. Akhirnya aku dan Farhan berpacaran, hari-hari kami lalui dengan kasih sayang, dengan batasan-batasan tentunya.
            Singkat cerita aku dan Farhan akhirnya lulus SMA, Farhan dengan Nilai terbaik disekolah. Dia memiliki cita-cita untuk melanjutkan kuliah di Universitas Islam Negeri. Dia  tergolong orang yang mampu untuk lanjut kuliah, sementara aku harus menganggur 1 tahun. aku berpisah dengan Farhan untuk sementara. Waktu terus berguling sampai pada bulan ke 4 dari perpisahan itu Farhan pun pulang ke desa dan menyempatkan diri untuk singgah di gubukku., malam itu adalah malam minggu Farhan kerumah untuk menemuiku akan tetapi aku sedang mencuci piring di dapur, jadi ibu kusuruh menemuinya. Dan farhan pun mengucapkan salam
“tok…tok…tok… Assalamu’alaikum,,,”
“Wa’alaikumsalam,,, eh nak Farhan,, sini masuk. Tumben kesini, apa kabar nak?  Lama tak ada kabar”.
“Alhamdulillah selalu baik bu,, iya nih bu, di kampus sibuk bener, sampai nggak pernah bisa pulang ke desa. Ini kebetulan libur semester jadi menyempatkan pulang seminggu ke rumah”
“owh,, gitu”
Sambil tersenyum “ hmmm, Jannah ada bu?”
“iya ada, ayo,, duduk dulu nak, Jannah masih nyuci piring tuh. Tunggu yah ibu panggilin”.
Sambil berjalan kedapur ibu selalu tersenyum sambil melihat Farhan. Ibu menyuruhku menemui farhan sambil membawa segelas the untuk nya. Kubuka tirai pintu sambil tertunduk malu dengan segelas the. Saat itu aku sunggu tersipu malu, karena sekian lama tak bertemu sang pujaan hati, akhirnya dimalam yang indah ini aku di pertemukan dengannya (Terimakasi ya Allah) dalam hatiku.
“subhanallah Jannah,,,”
Aku hanya tersenyum saja.
“lama sekali rasanya aku tak melihat wajahmu yang teduh itu, apa kabar kamu, dik?” Tanya Farhan dengan panggilan sayangnya padaku.
“aku Alhamdulillah selalu sehat-sehat dan selalu merindukanmu. Mas apa kabar?”
“iya, aku juga baik-baik dik, gimana setahun dirumah apa ada yang lamar?” lagi-lagi sifatnya yang membuat aku kesal muncul lagi.
“ah Mas Farhan ada-ada saja deh, akukan setia menunggumu hingga akhir” celetukku.
“setia hingga akhir.,,, wah,,, wah,, kayak slogannya kodam wirabuana yang ada di Makassar dong,, hehehe”, sambil tersenyum Farhan terus meledekku. Akupun tersenyum dengan candaan itu.
            “dik,, gimana apa kamu nggak minat tuk kuliah?”
“hmmm,,kalau ditanya minat atau nggak? tentu aku minat banget Mas, tapi kata ibu tunggu dulu deh, setahun lagi aja baru kuliah,biar uangnya ngumpul dulu” aku menjelaskan.
“owh gitu,, jadi sekarang dik Jannah masih Jualan pakaian di pasar ya?”
“iya, insya Allah uangnya akan cukup untuk di pake kuliah tahun depan. Doakan aja ya Mas.”
“sip.. Mas mu ini akan doakan yang terbaik untuk adikku tersayang”,sambil mengusap kepalaku. Dalam hatiku hmmm,, indahnya jika suatu saat nanti aku bisa berumah tangga dengan Farhan. Dia begitu baik dan ramah.
Waktu semaikin tak mendukung keberadaan Farhan., waktu telah menunjukan pukul 21.00, dengan kesadarannya sendiri Farhan pamit padaku. Dengan jabat tangan yang kemudian tangan Farhan kukecup layaknya seorang istri. Akhirnya farhan pulang aku melihatnya hingga bayangannya tertelan oleh embun malam.
Pohon-pohon dipinggiran sungai menjadi saksi cinta suciku pada Farhan, saat itu aku jalan-jalan bersamanya sehari sebelum keberangkatanya. Banyak cerita dan canda saat itu padi-padi bergoyang karena hempasan angin, akan ia tetapi tetap kokoh berdiri ditempatnya, seolah cemburu melihat kami berdua sedang bersenda-gurau,
Saat Farhan telah kembali ke Makassar, setelah saat itulah komunikasi telah  rengganng aku tak tau kenapa hal ini bisa terjadi.
Malam itu hpku berdering ku melihat kontak yang masuk  namanya Mas Farhan, tanpa ragu-ragu aku mengengkatnya,
“haloo,, Assalamu’alaikum”
“yah,, Wa’alaikumsalam”
“Mas Farhan, tumben nelpon, sejak waktu itu, kakak udah nggak pernah telpon jannah, ada apa kak?”
“hmmm, dik jannah begini” terhanti sejenak, Farhan menghela nafas panjang-panjang
“afwan” lanjutnya, kemudian terhenti  aku pun memotongnya,
“afwan,? Namaku bukan Afwan”,celetukku., Farhan menggunakan bahasa yang kian lama tidak ku mengerti. Entah apa maksudnya, namun lama-kelamaan aku dijelaskan maksud dan tujuannya nelpon. Iapun menjelaskan apa yang ia dapatkan di Makassar setelah kembali lagi kesana. Ternyata ia telah memperdalam ilmu agamanya, sehingga sampai pada materi menundukan pandangan Farhan jadi mengerti bahwa dalam islam itu tidak boleh pacaran,sehingga ia memutuskan hubungan ku dengannya,dan  begitu yang dijelaskan padaku. Kemudian Farhan juga memberi tahuku terbtang organisasi kampus yang ia ikuti saat itu dia pernah bilang LEMBAGA DAKWAH KAMPUS gitu  kalau nggak salah. Entah apalah itu. Aku nggak punya gambaran sama sekali tentang hal itu. Perbincangan panjang di hp membuatku tak kuasa menahan air mata. Perpisahan itu belum sepenuhnya bisa aku terima, berhari hari aku menangis dan mengingat masa-masa bersamanya, ibu tak kuat melihat isak tangisku. Aku tersiksa batin untuk beberapa hari.
*****
Aku tersentak dari lamunan panjang itu setelah ibu memanggilku makan malam. Kemudian aku istighfar. Aku tersadar dan aku menyesali telah melamun tentang Farhan si masa laluku. Aku tak ingin mengingatnya lagi. Setelah sekian lama aku ditinggalkan.
“jannah, cepat nak, sayur keburu dingin nih. Kamu ini bagaimana toh ndok-ndok. Dari tadi ibu memanggilmu kok kamu diam saja. Ada apa toh cah ayu?”, Tanya ibu padaku dengan logat jawanya..
“tidak ada apa-apa kok bu.”sambil mengambil piring.
mbo’ kalau ada masalah, ceritain sama ibu. Siapa tahu ibu punya solusinya.kalaupun tidak ada, setidaknya beban kamu bisa berkurang nak”. Lanjut ibu. Aku terus berusaha menyembunyikan kerisauanku pada ibu.
Waktunya telah tiba saat ini aku berfikir untuk mendaftar kuliah di salah satu universitas di Surabaya Yaitu ITS. Sebulan setelah diputuskan oleh farhan aku tak lagi pernah pacaran,beberapa bulan di kampus. Seseorang telah mengajakku kesuatu tempat kajian islam dihari jum’at kebetulan saat itu materinya adalah tentang Makna Syahadat. Aku terenyuh dalam majelis itu, aku meneteskan air mata saat itu. Menjalani hidup ini tanpa mengetahui mengenai hal terpenting seperti syahadat ini. Ternyata aku hidup penuh dengan kesalahan. Dalam hati menceletuk (ah,, tidak apa-apa. Soalnya sebelumnya aku belum mengetahui hal ini. Jadi setelah berhijrah ini barulah aku paham tentang semua hukum-hukum islam yang sesungguhnya.)
Setahun aku beraktivitas di kampus aku mendapatkan kabar bahwa Farhan adalah seorang aktivis dakwah di kampusnya. Saat ini benar-benar berjuang membela agama Allah. Mulai dari mendidik anak-anak dan membina sebuah kelompok pengajian kecil. Dalam hati aku sangat kagum dengannya, namun saat ini aku tak mau lagi mengungkit ataupun mengenang masa lalu. Itu adalah masa jahiliya yang kelam. Yang berlalu biarla menjadi sebuah pelajaran berharga. Saat ini aku dan dia sama-sama berusha menambah ilmu agama. Sekarang aku tak akan lagi pacaran. Biarlah Allah yang menentukan jodohku nanti.
Jalan setapak kecil menuju kampus aku bertemu salah seorang teman tarbiyahku lantas ia menyapaku
 “asslamu’alaikum, ukhty,,,”
“wa’alaikumsalam”, kami berdua sambil cipika-cipiki.dan dia berlalu begitu saja karena ada tugas yang harus ia selesaikan.
Singkat cerita, setelah 4 tahun aku kuliah akhirnya hari yang ditunggu pun tiba, aku sarjana di hari kamis, 27 maret. Aku merasa bahagia karena, sekian lama berjuang dengan tugas-tugas, akhirnya aku sarjana juga. Berselang 2 minggu, tiba-tiba aku mendapat paket dari ibu. Dia bilang lihat-lihat dulu, jangan dibilangi ke teman-teman yang lain. Kerena penasaran ku bertanya padanya,
“paket apaan ini Bu, dan dari siapa?”
“ini biodata nak,”
“biodata?”, aku kaget mengapa aku secepat itu menerima paket. Kemudian ibu menjelaskan secara detail tentang biodata ini. Aku penasaran siapa lelaki yang memberiku biodata ini.
Diheningnya malam yang membisu ditemani dengan suara-suara cicak, aku mencoba membuka paket itu. Tiba-tiba aku tersentak kaget setelah ku tahu siapa yang mengirimiku biodata. Aku sedikit tak percaya melihatnya. Namun ini memang benar-benar dia si Frahan masa laluku yang mengirimkan biodata ini. Sungguh aku sangat bahagia malam itu. Walau dulu aku putus namun, ia kembali untuk cinta suci. Terima kasih ya Allah.

akhirnya kehidupan Janna dan Farhan pun berjalan dengan penuh kasih sayang dan kesejukan iman. 
***

CERPEN "KUNCI AJAIB KEHIDUPAN"



Kemal adalah seorang mahasiswa soleh yang ada di kampus merah Universitas Hasanuddin Makassar. sudah 3 tahun ia menjalani perkuliahan dari beasiswa yang ia dapat, kini menjelang tahun ke-4 ia  menjadi bingung dan risau atas biaya kuliah selanjutnya. Mana lagi dalam waktu dekat akan di adakan kkn di kampusnya dan beberapa waktu lalu Kemal sudah daftar sebagai peserta KKN (kuliah kerja nyata). Kemal semakin bingung. Kerena biaya KKN itu tak sedikit. Ia mendengar dari bebearapa senior bahwa biaya keseluruhan dari KKN itu kurang lebih 1 juta. Dan uang pendaftarannya sebesar 650 ribu.
Dalam hati ia mengadu pada Allah,”ya Allah dari manakah aku akan mendapatkan uang sebanyak itu, untuk makan aja aku biasanya menahan, apalagi ini uang sebanyak itu, mana mungkin aku meminta pada ibu”.
Kemal terus berkutat dengan pikirannya mencari cara agar nanti uang kkn itu dapat di bayarnya.  Hp kemal bordering tanda sms masuk (aslm. Kawan2 ada yang tau nggak bocoran lokasi kkn kita nanti dimana?), itu bunyi sms salah seorang teman jurusanya. Kemal semakin gunda setelah membaca sms itu.
Kemal hampir putus asa dengan satu ujian ini, padahal hanya tersisa satu langkah lagi menuju ke podium untuk mendapat gelar sarjana.
Dia tak tahu lagi harus bagaimana untuk menghadapi semua ini. Saat ini ibunya bekerja hanya sebagai buruh tani pengumpul padi yang terjatuh saat pemilik lahan menggilingnya. Ia berfikir mana mungkin dia mengadu pada orang tuanya, untuk makan saja ibu harus berjuang memeras keringat, tak pandang panas sengatan matahari di siang bolong. Begitupun dengan ayah Kemal , saat ini ayah kemal sedang menggarap  kebun yang luasnya ¼ Ha berharap agar hasil kebun dapat membantu sedikit untuk memnuhi kebutuhannya sehari-hari.
Mengingat hal itu Kemal semakin takut untuk memberi tahukan kepada kedua orang tuanya tentang biaya KKN itu.
Selain ia berfikir bagaimana cara memperoleh uang  tetapi juga Keluhan demi keluhan selalu terlontar dari mulutnya.
Hari itu Kemal memutuskan meenunda dalam mencari cara mendapatkan dana kkn itu, yang kemudian dia beranjak keluar rumah untuk mencari ketenangan di sebuah danau kecil  yang terletak dikampusnya untuk menghilangkan rasa penat yang sempat menghinggapi hatinya.
“Kemal…. Kemal….” Ada suara melengking dari kejauhan  dekat danau.
Kemal pun segera membalikan kepalanya dan mencari-cari sumber suara yang menyebut namanya itu. Mata Kemal tertuju pada satu orang yang ia curigai dialah yang memanggilnya.
“hei… apa kabar brow..??? lama kita tak bersua”sumber suara tadi melanjutkan bicaranya.
Kemal tak ingin, jika teman lamanya itu mengetahui masalah yang ia hadapi, dan ia pun bertingkah seolah-olah tak pernah terjadi sesuatu. lantas Kemal menjawab dengan senyuman “ hai Syamil, subhanallah ternyata kita dipertemukan Allah di tempat ini wahai sohibku, kabarku Alhamdulillah selalu dalam perlindungan Allah, dan kamu sendiri gimana kabarnya, terus kok kamu bisa-bisanya ada disini?” (Kemal sambil menepuk punggung Syamil)
“Alhamdulillah, aku juga sehat. Wah panjang ceritanya jika aku mau ceritakan padamu sahabatku ”, sambil berjalan perlahan.
“kalau gitu mari kita cari tempat duduk, agar kamu bisa ceritakan apa sebenarnya yang terjadi sampai kamu bisa ada disini”, mata Kemal terus mencari-cari tempat yang nyaman untuk mereka tempati. Telihat tepat di depan danau sebuah tempat yang indah dengan ukurannya yang mungil dan suasana yang nyaman karena adanya pohon yang melindungi dari matahari yang siap menyengat siapapun yang terkena sinarnya.
“ itu ada tempat depan danau, mari kita kesana”, lanjut Kemal sambil menarik tangan Syamil tanda ingin segera mengetahui yang terjadi sebenarnya.
“wah,, sungguh indah danaunya telihat dari sini. Pantasan kamu betah kuliah di sini Mal”, sambil memandangi setiap panorama yang ada disekitar danau.
“ sudah, jawab dulu pertanyaanku yang tadi sempat tertunda”, desak Kemal penasaran.
“ sebenarnya begini Mal, aku kesini untuk mencari kerjaan untuk dapat membantu ibu di Desa. Karena rasa-rasanya kalau di desa tidak banyak yang bisa aku lakukan”
“ ibu sekarang hanya bisa tergulai di tempat tidur tak bedaya, ia terserang struk. Yang biasanya ia begitu semangat bekerja namun sekarang tak lagi”, Syamil menjelaskan namun wajahnya terlihat tetap tegar.
“Sekarang, aku sangat mengharapkan ibu dapat sembuh kembali seperti dulu. Olehnya itu aku harus kerja keras untuk memperoleh uang untuk pengobatan ibu” lanjut Syamil.
Tamparan keras bagi Kemal setiap kalimat yang diucapkan Syamil, Tragedi sebesar itu Syamil masih terlihat tegar. Tak ada sedikitpun kegundahan dalam dirinya.
“sungguh aku sangat malu pada diriku sendiri yang tak mampu bersabar disetiap ujian yang diberikan Allah padaku”, dalam hati kemal menyesal atas perkataannya tadi pagi.
***
Malam semakin membisu hanya suara jangkrik yang terdengar oleh telinga menemani Kemal dalam kesendiriannya. Kemal semakin terpuruk namun ia tak lagi ingin mengeluh atas takdir yang gariskan untuknya, ingatannya yang masih segar dengan untaian kalimat yang dilontarkan untuknya “Allah selalu Sama orang yang sabar adikku”. Sejak itu kemal berusaha menerima nasib yang kini ia alami.
Malam itu kemal memutuskan menghubungi sanak saudaranya, ia berharap jalan ini dapat membantu meringankan beban yang kini ia alami.  Ia menjelaskan apa yang sebenarnya ia alami. Satu, dua kerabat yang ia hubungi, akhirnya salah seorang langsung menelponnya untuk dapat membantunya. Pertanyaannya membuat kemal  terharu hingga ia harus meneteskan air mata. Ia bertanya berapa uang yang kini ia butuhkan untuk membayar kkn, kemal pun menjelaskan jumlah uang  yang ia butuhkan. Langsung malam itu saudara Kemal menghampirinya di kos-kosannya untuk mengantarkan uang untuk membayar pendaftaran kkn yang besok adalah datelinenya.
Hari yang cera membuat Kemal tersnyum pada mentari yang menyinarinya hari itu. Ia terlihat bahagia, ia nerjalan menapaki jalan yang penuh dengan rerumputan yang bergoyang, semut-semut berjajar rapi beraktivitas di hari itu, mereka seolah tahu apa yang sedang aku rasakan. Akupun tak luput menyapa mereka. Kicauan burung pun menemani Kemal dalam  perjalanannya. Dengan bibir yang terus mengucap syukur  Kemal terus berjalan. 30 menit menempuh perjalannan menuju bank akhirnya  Kemal tiba. Sapaan manis terlempar dari petugas keamanan bank, akupun membalas sapaan itu. Tanpa berlama-lama Kemal segera mengambil kwitansi pembayaran di loket.  Sekitar satu  jam Kemal mengantri akhirnya selesai juga transaksi dilakukan. Kemal pun bergegas pulang.
***
bersambung...

Senin, 24 September 2012

DULU AKU TAK PEDULI


Dulu aku tak bangga, dulu aku takut, dulu aku tak pernah memandangnya, dan dulu aku segan padanya. Aku yang terlalu pendiam membuat diriku tak banyak  bicara dengannya. Tak  ada sapaan, tak ada senyuman dan tak ada pula candaan. Waktu itu aku tak pernah merasakan indahnya jalinan kasih sayang antara adik kakak. waktu itu Sikapnya yang tegas membuatku takut,  wajahnya yang  serius membuatku segan. Yah itulah salah satu saudaraku dan itulah tingkahku saat aku masih duduk di bangku SMP sampai SMA. Dia adalah salah satu saudara kandungku diantara delapan  bersaudara. Dulu aku tak pernah mengerti artinya disiplin, dulu aku takut dengan ketegasannya. Dulu aku tak mengerti apa tujuannya mengdopsi sikap seperti itu. Dulu aku menganggap dia terlalu dingin dengan semua orang entah itu ayah dan saudara-saudaraku lainnya.
Namun disisi lain aku bangga padanya, semangat belajarnya sangat besar. Masih teringat jelas dipikiranku saat ia menjadi juara di SMPnya dia membawa pulang hadiah dari sekolah saat itu. Dulu (kurang lebih sepuluh tahun lalu) kakak adalah siswa yang pandai dan berprestasi, diam-diam aku mengamatinya setiap ia belajar di rumah dan yang sering terlihat dari pantauanku dia sering sekali belajar Kimia. Setiap membuka buku pasti yang kulihat adalah mata pelajaran kimia, namun aku tak tahu kalau ada buku lain yang ia baca saat itu. Aku duduk di bangku kelas satu SMP waktu itu, rasa penesaranku dengan mata pelajaran kimia pun meningkat. Aku diam-diam meminjam buku kakak saat itu tanpa sepengetahuannya dan akupun membacanya.
Aku ingat, dulu kakak adalah tipe orang yang tak mau mengeluh dan tak mau memintah apa-apa dari orang tua. Sampai-sampai selama tiga tahun kakak hanya memiliki satu seragam sekolah, satu sepatu, dan tak menggunakan tas saat kesekolah. dia benar-benar orang yang tak mau menyulitakan orang tua. Dia selalu kasihan jika melihat orang tua kesulitan. Dia adalah satu-satunya saudaraku yang benar-benar tegas dan dibalik ketegasannya itu tersimpan kasih sayang yang luar biasa pada kami adik-adiknya dan pada orang tua.
Aku teringat saat kakak baru saja lulus SMA dan saat itu aku baru masuk SMP, entah karena masalah apa  dengan ayah, sehingga ia pergi dari rumah. Dia merantau ke pulau seberang yaitu Kalimantan. Berbulan-bulan ia tidak pulang.  Aku tidak tahu bersama siapa kakak tinggal disana. Sejak kepergian kakak, ibu tak pernah berhenti mengeluarkan air mata. Ibu sangat sedih saat itu. Bagaimana tidak sedih, sepertinya  kakak pergi tanpa berpamitan dengan ibu. Ibu sangat khawatir , rintihannya begitu memiluhkan. Beberapa sanak keluarga pun dihubungi untuk mencari informasi tentang keberadaan kakak di Kalimantan. Setelah tahu posisi dan dengan siapa  kakak di Kalimantan ibu pun sedikit membaik. Namun masih tetap khawatir dengan kondisi kakak.
Kini aku beranjak dewasa dan telah kuliah aku pun tahu betapa hebatnya kakakku yang satu ini. Kesalahan yang dulu aku lakukan adalah aku terlalu pendiam dan takut, sehingga tidak ada yang memulai pembicaraan diantara kita . Namun sekarang telah berbeda, kakak bersikap cair dan terbuka padaku. Saat inilah aku bangga pada sikapnya yang dulu dan  baru saat ini aku memahaminya. Ternyata dia memiliki tujuan yang jelas dan memiliki prinsip yang kuat dalam hidupnya. Karena belas kasih pada orang tua sehingga ia tak mau melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi. Ia takut akan menyulitkan ayah dan ibu. Sehingga saat ini ia hanya seorang yang lulusan SMA. Wlaupun hanya lulusan SMA namun pengalamannya sanagt luar biasa, semangatnya bekerja pun sangat besar.
Saat ini aku kuliah disalah satu universitas terbesar di wilayah Indonesia Timur dengan mengandalkan Beasiswa. Aku berangkat dari kampung kecil yang berada di Pulau Sulawesi Selatan. Saat aku hendak berangkat ke Kota kakak masih belum pulang. sepertinya setelah dari Kalimantan kakak pindah ke Kota Makassar. Sementara aku hendak berangkat  ke Kota Makassar untuk melanjutkan studi. Akhirnya aku dan kakak pun satu wilayah. Sehingga selain bantuan dari beasiswa, aku juga mendapat bantuan dari kakak. Komunikasi ku pun semakin baik dengannya. Cerita demi cerita mambuat kami akrab.
Saat ini aku bangga telah mempunyai kakak sepertinya. Takut, segan dan yang dulu ada dalam diriku kini telah hilang termakan oleh waktu. Aku bahagia karena Allah memberiku saudara sepertinya. Aku yakin Allah akan menjaganya hingga akhir.
SALAM RINDU UNTUK KAKAK
Ya Allah…
Aku yakin engkau akan menjaganya
Berilah ia kesabaran dan ketabahan
 dalam menjalani hidup ini
Teguhkanlah hatinya dalam rahmatMu
Berilah ia disetiap cahayaMu
Ampunilah setiap kekhilafan yang ia lakukan
Ya Allah..
Sampaikanlah salam rinduku padanya…



Minggu, 23 September 2012

ETOS MAKASSAR


Ini kisahku dan para pejuang kehidupan di Beastudi Etos. Keindahan ukhuwah yang tercipta dalam sebuah bingkaian kehidupan ini sungguh mempesona. Tak pernah membayangkan akan  seperti ini.  Mendapat keluarga baru yang benar-benar belum pernah dipertemukan sebelumnya, Namun kasih sayang diantara kita tercipta begitu saja. Kisah ini sungguh indah, bait-bait aktivitas terlaksana dengan sempurna. Kadang semut pun cemburu dengan keakraban kami dipagi dan sore hari.
            Kehidupan penuh hikmah, pelajaran dan pengetahuan lainnya yang akan membawa manfaat kepada ku adan  para Pejuang kehidupan. Ini benar-benar luar biasa, sebuah tekad yang kuat  melekat erat-erat di hati anak manusia yang penuh semangat. ketika ia sulit untuk maju karena keterbatasan finansial. Akan tetapai disisi lain  dipertemukan persahabatan yang indah dan membawa berkah.
KESASAR. Yah,, kata itu teringat jelas dipikiranku saat pertama kali aku memulai kisah hidup ini di kota. awalnya aku berniat menuju asrama Etos saat itu, namun tak ada seorang pun yang mengantarkanku kesana. Hanya mendengar isyarat dari saudara yang menjadi bekalku menuju asrama. “kalau menuju kampus Unhas dari jalan Cendrawasi naik pete-pete 05” itu kode yang  diberikan saat aku hedak berangkat. Dengan keinginan yang kuat aku langsung pergi. Beruntungnya aku memiliki nomor Hp senior di Etos, jadi didalam pete-pete aku sambil smsan bertanya alamat asaramnya. Benar-benar memusingkan alamat yang diberikanku saat itu, aku tidak mengerti sama sekali. Akhirnya akupun terlantar dipinggir jalan Perintis Kemerdekaan satu setengah jam. Akhirnya saat itu aku memutuskan menelpon kak Warka, senior etos yang ku kenal saat ia sosialisasi Etos  di SMA-ku. Dengan nada panik aku memberi tahu kakak bahwa saat ini aku butuh bantuan. Sayang sekali saat itu beliau berada di kota Maros, 30 menit dari Makassar. Lama ku menunggu, hpku bordering kembali, “Kak Warka” itu yang tertera di panggilan masuk. Segera ku angkat panggilannya. Cahaya pun kutemukan saat itu. Beliau berusaha menjemputku di tempat yang telah ku jelaskan sebelumnya. Akhirnya aku di antar ke Asrama dengan Mobil yang ia kendarai. Benar-benar awal yang menegangkan saat itu.

tiga tahun serumah dengan mereka sungguh luar biasa, kami dipertemukan dengan berbagai karakter yang berbeda. Pada awal-awal kami tinggal di asrama, karakter teman-teman  ada yang pendiam, ada yang biasa ajha, ada yang ramainya minta ampun,,, hehehe. Dan ada pula yang Cueknya minta ampun. Hemmmm kalau belum kenal pasti pikiran akan aneh-aneh. Heheeh #peace sodara-sodaraku. ^_^,,, oh yah sebelum aku lanjut, sini aku kenalin dulu etos itu apa sih dan apa visi dan misinya  dan siapa-siapa sih para pejuang kehidupan Pr09gres Etos Makassar itu. Eitzzzz tunggu dulu sebelum kenalan, nihh kenalin dulu Etos itu apa yah?
Beastudi Etos, salah satu beasiswa SDM unggul membuka kesempatan kepada lulusan SMA/sederajat untuk menerima bantuan pembiayaan pendidikan di perguruan tinggi, pembinaan dan pelatihan, serta pendampingan mahasiswa.
Visi :

Terdepan dalam membentuk SDM unggul dan mandiri

Misi :
  1. Menerapkan manajemen mutu beastudi etos
  2. Menerapkan kurikulum pembinaan beastudi etos yang berbasis kompetensi
  3. Membangun dan mengoptimalkan jaringan beastudi etos
  4. Mengoptimalkan peran SDM beastudi etos dalam aktivitas pemberdayaan
Nah itu dia yang membimbingku selama 3 tahun ini. Sekarang kenalan sama akhwat-akhwatnya (cewek) dulu yah.. ^_^
Ini aku Marhawati, teman-teman biasa memanggilku Marha. Aku etoser dari Luwu Utara, tepatnya dari Bone-Bone. Aku berasal dari SMAN ! Bone-Bone. Saat ini aku kuliah di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Jurusan Perikanan. Aku paling senang dengan warna biru dan Merah marun. Aku paling tidak senang kalau seseorang banyak Tanya padaku. Heheehehe males ngomong,. Sebenarnya sih aku sulit berkomunikasi dengan baik dengan orang lain yang belum terlalu dikenal. Alhamdulillah aku segera sadar dengan kelemahanku, jadi aku terus berusaha menghilangkan kebiasan yang kurang baik itu.

Hasdaria,  Ria biasa aku memanggilnya. Dia adalah etoser dari Enrekang tepatnya di kecamatan Alla’ desa Panah. Kuliah di Universitas Hasanuddin Fakultas teknik jurusan Teknik Perkapan. Walau anak teknik tapi dia paling senang dengan warna Pink dan warna hijau. Hemmm,,,, kalau dilihat sepintas dari modelnya, dia kayak bukan anak teknik. Heheheh Peace Ria J.. sudah seribu orang yang aku temui berkata bahwa kami adalah saudara. …. Padahal baru dipertemukan di Etos ini. Kami jawab saja “IYA” saudara seiman.. heheh… Ria adalah orang yang enjoy ajha. Aku bener-bener kesal sama dia ketika aku curhat hal yang serius, baru ekspresi wajanya biasa-biasa aja… hemmmm gemesss deh aku. “JADI AKU HARUS BILANG WOWWW GITHU” hheheheh. Senang bisa kenal dengan ria, aku berharap bisa terjalin ukhuwah dalam diri ini.

 Nurhayati biasa dipanggil athy, adalah etoser dari Pinrang tepatnya dari Labolong. Kuliah di Unhas fakultas teknik jurusan teknik sipil. Athy adalah etoser yang berjiwa wirausaha, sejak awal masuk asrama dia selalu memikirkan usaha apa yang cocok dia manfaatkan. Di asrama tahun pertama ia berjualan snack dan kue, di asrama tahun kedua usaha printer dan jilid, dan tahun terakhir ia usaha butik baju-baju batik. Hemmmm hebat memang etoser satu ini. Ia pernah lolos menjadi penerima dana hiba PMW yang diadakan Unhas. Menurutku ati orangnya asyik diajak ngobrol,. Aku sangat kagum dengan etoser yang satu ini. Semangatnya sepertinya tak pernah pudar termakan waktu.. aku berharap akan mengenalnya sepanjang hidupku,, heheh lebay.com
Nur Ila biasa dipanggil Ila, adalah etoser dari Pinrang, kuliah di fakultas kedokteran jurusan keperawatan. Orangnya manis dan murah senyum, aku senang saat melihatnya tersenyum. Saat ini dia aktiv disalah satu unit kegiatan mahasiswa yaitu Pencak silat, yang dulu aku juga sempat menjadi teman se ukm.





Jusmatang biasa dipanggiljusma adalah etoses dari Bone, Kuliah di fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan akutansi. Orangnya cantik dan cerdas, pernah menjadi pemenang di Pimnas saat di adakan unhas. Aku senang saat mendengarnya berbicara dengan logat bonenya yang masih sangat kental.





Sianghati biasa dipanggil siang, adalah etoser dari Pinrang, fakultas Kehutanan jurusan kehutanan. Punya semangat yang luar biasa dan sanagt kritis. Punya hati yang pengasih. Senang bisa mendapatkan sahabat seperti siang.






Ayu Reski Wulandari biasa dipanggi Ayu adalah etoser dari Pinrang, kuliah di fakultas social dan ilmu politik jurusan Hubungan Internasional, dia adalah etoser termuda di antara angkatan 2009. Kadang orangnya manja dan kadang juga sangat dewasa. Senang bisa kenal sama ayu, aku harap hubungan ukhuwah ini tetap terjalin.



Erni damayanti biasa dipanggil Erni adalah etoser dari Jeneponto, kuliah di fakultas Pertanian Jurusan Agroteknologi.  orangnya sangat cuek dan Asyik,. Senang bisa kenal sama dia. Sukses buat Erni. Aku pasti akan merindukannya.
Hafla biasa di panggil Lalla adalah etoser dari Soppeng, kuliah di Fakultas Farmasi jurusan Farmasi, dia sangat asyik, semangat dan cerdas. Senang sekali aku dapat mengenalnya. Ganbatte Lallah. Sukses yah….
Alinda Nurbaety Hasanah biasa di panggil Alin, adalah etoser dari Garut, sangat jauh asalnya, kuliah di Fakultas Ilmu kelautan dan Perikanan Jurusan Perikanan,  Dia cerdas, kritis  dan mudah bergaul. Dia merupakan etoser terbaik di Beastudi Etos 2009. Senang bisa kenal dengan alin. Sukses buatnya, semoga segera Sarjana dan kembali ke kampong halaman. Mama mu menantikan kesuksesanmu sahabat.

Hasmira Binti Hamzah dia adalah satu-satunya etoser yang pertama sarjana, karena ia masuk dalam Jurusan Kedokteran yang memang hanya tiga tahun masa S1... biasa di panggil ira, berasal dari pinrang, saat ini dia lagi menjalani studi lanjutan pasca S1 kedokteran yakni Ko As (sorri gue gak tau nulisnya,, heheheheh), selalu tepat waktu.. orangnya enak di ajak ngobrol, tapi kalau diledekin tentang jodoh,, huuugffffhh marah bener,, ihh atut,,, kabur deh dri hadapannya ira,, heheh.. saat ini dia tinggal bersama Ria mereka sepondokan,, jadi hubungan mereka masih seperti di asrama kayak dulu,..

Nah.. sekarang lanjut dengan kisahku saat-saat aku menjalani hidup ini dengan penuh perjuangan. Setahun berada di sebuah asrama terasa ada yang berubah dalam diri ini. Yang awalnya di kampung hanya terdengar suara-suara jangkrik yang menemani disetiap malamku saat belajar. Sekarang benar-benar beda. Tahun pertamaku di asrama selalu aja terdengar suara tawa dan canda dari teman-teman. Suasana yang religius aku dapatkan juga. Kebiasaan yang diajarkan di asrama sangat bermanfaat bagiku. Kebiasaan yang sangat membekas dalam diri adalah shalat subuh berjama’ah dan kultum (kuliah tujuh menit) setelah sholat subuh. Kebiasaan ini di tanamkan sejak awal aku masuk asrama.  Ketika tiba waktu sholat subuh, suara ketukan pintu terdengar dimana-mana mengganggu kenyaman tidur para penghuni asrama. Pendamping asrama mendatangi setiap kamar dan mengetuknya hingga penghuninya terbangun. Teringat ketika Pendamping membangunkanku dan aku pun merasa kesal banget saat itu, aku benar-benar masih mengantuk dan tak ingin bangun secepat itu, tapi ketukan pintu itu tak mau juga berhenti, ingin rasanya aku menghentikan ketukan itu tapi sayang aku teringat bahwa ini adalah kewajibanku untuk bangun dan melaksanakan sholat subuh berjama’ah. Saat itu dengan rasa malas aku bangun dan bersiap-siap. Sholat subuh baru akan dimulai apabila penghuni asrama sudah berkumpul semua di ruang sholat. Indahnya, para petugas piket harus membantu pendamping asrama membangunkan penghuni asrama sekaligus bertugas mengimami sholat dan menjadi pemateri pada kultum, semua sudah terarah. Jadi setiap hari supplement hati (ruhiyah) terus terpenuhi. Walau dalam kondisi ngantuk kami setia mendengarkan ocehan pemateri disubuh hari. Terkadang diantara kami ada yang tertidur saat materi dimulai. Wajahnya yang  cantik menjadi jelek,, heheheh.. begitulah wajah seorang yang sedang tertidur, tidak ada cakep-cakepnya.. Kebiasaan ini akan terus membekas di kepala. Kebiasaan lain yang diterapkan di asrama yaitu 3S yaitu senyum , salam, sapa.. jadi tak ada wajah yang muram saat bertemu sesama penghuni asrama.

Kebersamaan yang terjalin diasrama sungguh indah. Pada tahun pertama hampir setiap minggu kami pergi bersama, entah makan tidak makan yang penting kami bersama-sama. Kebersamaan yang sangat indah. Aku sangat berharap persaudaraan ini tidak hanya terjalin di Etos ajha, aku ingin disaat kita berpisah, komunikasi tetap terjalin di antara aku dan teman-teman seperti saat di asrama dulu.

 Benar-benar teringat jelas saat aku terbang ke pulau jawa bersama para penerima beastudi etos Makassar untuk bertemu para penerima beasiswa dari Nusantara. Terlihat jelas disana, orang-orang berprestasi, orang-orang ramah, dan orang-orang yang soleh dan soleha. Rasanya tak ingin meninggalkan Bogor saat itu. Tapi sayang setiap pertemuan itu pasti akhirnya ada juga perpisahan. Kurang lebih  sepuluh hari bersama pejuang-pejuang kehidupan masih sangat kurang, tapi tak apalah karena diwaktu yang singkat itu, sangat banyak ilmu dan pengalaman yang diperoleh. Banyak kisa yang terdengar. Tangis dimana-mana saat berpisah dengan saudara-saudara senusantara itu. Etos padang, etos Jakarta, Etos Surabaya, Etos Semarang, Etos Malang, Etos Bogor, Etos Bandung, Etos Jogja. Aku sangat yakin suatu saat nanti kita akan dipertemukan di PUNCAK KESUKSESAN. Ayooo semua ucap “aamiiin” ^_^
Kawan, tahu kah engkau bahwa aku sangat merindukan kebersamaan kita. Aku rindu canda tawamu, aku rindu dengan teguranmu disaat aku salah. Kawan dibalik wajahku yang biasa saja tersimpan kerinduan yang begitu besar kepada kalian. Sesungguhnya aku takut kehilangan kalian. Namun disinalah hukum alam berlaku. Saat kita bertemu maka kita pun berpisah.

Kawan, ingatkah engkau saat kita bersama digedung IPTEKS Unhas, berlatih bersama demi menampilkan persembahan yang maksimal saat TENS (temu etos nasional). Ingatkah engkau saat kita bersama diruang tamu bercanda bersama. Ingatkah engkau saat kita disatukan dalam rapat untuk menyukseskan kegiatan kita. Dan ingatkah engkau saat kita berada dalam majelis musyawarah menyelesaikan masalah internal kita, yang penuh dengan tangisan dan kelapangan dada diantara kita, ingat kah engkau saat kita sama-sama kehabisan bekal. tetes air mataku tak mau terhenti saat aku mengingatnya sahabat. Sungguh aku merindukan kalian saudaraku karena Allah. Aku sangat yakin Allah akan melindungi kalian diluar sana. Jangan pernah melupakan kisah ini SAHABAT.

 perjuangan kita akan membekas sampai kita tua sahabat. Ingatlah hari ini saat engkau merindukanku,. Ingatlah saat kita berjuang bersama, yakinlah persahabatan ini akan sampai di syurga.
Adanya acara Wisuda memandakan kita telah usai menjadi Etos aktiv kini gelar alumni kita tandang. Namun gelar itu tidak menyurutkan niat kita untuk tetap menjalin ukhuwah yang kuat.


 Itu sedikit kisahku bersama sahabat-sahabat akhwatku (perempuan) saat di etos. Kisah bersama para ikhwannya juga tidak kala seruh. Dan masih banyak moment yang tak mungkin aku tuangkan semua disini .  Tunggu edisi berikutnya aja yah, ^_^  

SALAM RINDU UNTUK SAHABAT-SAHABATKU

Alinda Nurbaety Hasanah (Neng Alin), Hasdaria (Ria),Nur Ila (Ila), Nurhayati (Athy), Sianghati (Siang), Ayu Reski Wulandari (Ayu), Jusmatang (Jusma), Erni Damayanti (Erni), Hafla (Lalla)

Ahmad Riady (Adi), Yusrang (Uccank), Adriansya (Anca), Sunardi (Cuna), Muh. Amin Yahya (yaya’), Asgari (Gary), Hendra , Bahdar, Fajrin dan satu lagi Syahrul (Callu)

Teruntuk para pahlawan 2009, Aku mewakili teman-teman mengucapkan banyak terima kasih atas bimbingannya kepada para Pendamping Etos yang telah berjuang sekuat tenaga untuk melihat kesuksesan kami. Kalian korbankan perasaan untuk tetap tegar menghadapi kenakalan kami. Kak RIfa yang selalu tenang dengan segala tingkah kami. Kak Ija yang selalu sabar dan lapang dada  dalam membimbing kami selama hampir dua tahun. Ujian yang engkau terima sungguh besar saat amanah untuk  membimbing kami. Engkau ikhlas mendengarkan setiap keluhan yang kami paparkan. Terima kasih kakak, engkau sebagai ibu saat kami membutuhkan sosok ibu dalam hidup ini, engkau sebagai kakak saat kami butuh mencurahkan hati. Kemudian kak Eqi pendamping terakhir disaat kami hendak keluar dari asrama. Engkau masih sempat mendapatkan kenakalan kami. Maafkan kesalahan kami selama dalam bimbinganmu, jangan salahkan dirimu, jika engkau belum melihat perubahan dalam diri kami. Insya Allah usahamu telah terhitung. Untuk para pendamping Ikhwan (cowok) kami juga mengucapkan terima kasih atas pembinaannya selama ini, kak Eli kusumayadi, kak Kaslam, Kak Arman. Jasamu Insya Allah akan ku kenang selama hidupku.
Teruntuk kak Misbah, walau engkau bukan  pendamping Etos 2009 namun aku pribadi mengucapkan terima kasih atas satu  nasehat yang pernah engkau berikan kepadaku, disaat aku melakukan kesalan berat. Engkau adalah sosok kakak yang luar biasa.  Teringat jelas saat itu, ketika engkau memanggilku ke ruang tamu, dan aku meminta kak ija untuk menemaniku. maaf, tak seharusnya aku melakukan hal itu. Kalau bukan karena aku membutuhkan dana tambahan saat itu, maka aku tak akan kerja selarut malam seperti saat itu. Tapi sekali lagi Terima Kasih.
Kini telah berbeda sesaat setelah diwisudah dari etos kehidupanku akan benar-benar berubah, maksudnya berubah yaitu tidak lagi berada di zona nyaman yang tiap bulan mendapatkan uang saku, yang tiap pagi mendapatkan siraman ruhani, yang setiap subuh ada yang mengetuk pintu, dan setiap kehabisan bekal masih ada sahabat yang mau berbagi. Namun sekarang telah berbeda kawan. Kini aku harus berusaha sendiri menjadi manusia yang madani. Berusaha mencari tunjangan hidup sendiri, bangun subuh dibantu oleh alarm hp, siraman ruhani sekali dalam seminggu, makan nggak makan tetap bersabar. Tapi itu tak menyurutkan perjuanganku menuju keridhaan Allah dan kesuksesan dunia serta akhirat.  kalimat terakhir yang ingin ku ucapkan yaitu TERIMA KASIH TUHAN telah memberi kesempatan kepadaku dalam kisah ini dan terima kasih Beastudi Etos telah memilihku dan membinaku. Dalam setiap nafas dan langkahku aku selalu berharap bisa tetap bersyukur padamu ya Rabb.

More Than Excellent