Ini kisahku
dan para pejuang kehidupan di Beastudi Etos. Keindahan ukhuwah yang tercipta
dalam sebuah bingkaian kehidupan ini sungguh mempesona. Tak pernah membayangkan
akan seperti ini. Mendapat keluarga baru yang benar-benar belum
pernah dipertemukan sebelumnya, Namun kasih sayang diantara kita tercipta
begitu saja. Kisah ini sungguh indah, bait-bait aktivitas terlaksana dengan
sempurna. Kadang semut pun cemburu dengan keakraban kami dipagi dan sore hari.
Kehidupan penuh hikmah, pelajaran
dan pengetahuan lainnya yang akan membawa manfaat kepada ku adan para Pejuang kehidupan. Ini benar-benar luar
biasa, sebuah tekad yang kuat melekat
erat-erat di hati anak manusia yang penuh semangat. ketika ia sulit untuk maju
karena keterbatasan finansial. Akan tetapai disisi lain dipertemukan persahabatan yang indah dan
membawa berkah.
KESASAR. Yah,,
kata itu teringat jelas dipikiranku saat pertama kali aku memulai kisah hidup
ini di kota. awalnya aku berniat menuju asrama Etos saat itu, namun tak ada
seorang pun yang mengantarkanku kesana. Hanya mendengar isyarat dari saudara
yang menjadi bekalku menuju asrama. “kalau menuju kampus Unhas dari jalan
Cendrawasi naik pete-pete 05” itu kode yang diberikan saat aku hedak berangkat. Dengan
keinginan yang kuat aku langsung pergi. Beruntungnya aku memiliki nomor Hp
senior di Etos, jadi didalam pete-pete aku sambil smsan bertanya alamat
asaramnya. Benar-benar memusingkan alamat yang diberikanku saat itu, aku tidak
mengerti sama sekali. Akhirnya akupun terlantar dipinggir jalan Perintis
Kemerdekaan satu setengah jam. Akhirnya saat itu aku memutuskan menelpon kak
Warka, senior etos yang ku kenal saat ia sosialisasi Etos di SMA-ku. Dengan nada panik aku memberi tahu
kakak bahwa saat ini aku butuh bantuan. Sayang sekali saat itu beliau berada di
kota Maros, 30 menit dari Makassar. Lama ku menunggu, hpku bordering kembali,
“Kak Warka” itu yang tertera di panggilan masuk. Segera ku angkat panggilannya.
Cahaya pun kutemukan saat itu. Beliau berusaha menjemputku di tempat yang telah
ku jelaskan sebelumnya. Akhirnya aku di antar ke Asrama dengan Mobil yang ia
kendarai. Benar-benar awal yang menegangkan saat itu.

tiga tahun serumah dengan mereka sungguh luar
biasa, kami dipertemukan dengan berbagai karakter yang berbeda. Pada awal-awal
kami tinggal di asrama, karakter teman-teman ada yang pendiam, ada yang biasa ajha, ada
yang ramainya minta ampun,,, hehehe. Dan ada pula yang Cueknya minta ampun.
Hemmmm kalau belum kenal pasti pikiran akan aneh-aneh. Heheeh #peace
sodara-sodaraku. ^_^,,, oh yah sebelum aku lanjut, sini aku kenalin dulu etos
itu apa sih dan apa visi dan misinya dan
siapa-siapa sih para pejuang kehidupan Pr09gres Etos Makassar itu. Eitzzzz
tunggu dulu sebelum kenalan, nihh kenalin dulu Etos itu apa yah?
Beastudi
Etos, salah satu beasiswa SDM unggul membuka kesempatan kepada lulusan
SMA/sederajat untuk menerima bantuan pembiayaan pendidikan di perguruan tinggi,
pembinaan dan pelatihan, serta pendampingan mahasiswa.
Visi :
Terdepan dalam membentuk SDM unggul dan mandiri
Misi :
- Menerapkan manajemen mutu beastudi etos
- Menerapkan kurikulum pembinaan beastudi etos yang
berbasis kompetensi
- Membangun dan mengoptimalkan jaringan beastudi etos
- Mengoptimalkan peran SDM beastudi etos dalam aktivitas
pemberdayaan
Nah itu dia yang
membimbingku selama 3 tahun ini. Sekarang kenalan sama akhwat-akhwatnya (cewek)
dulu yah.. ^_^
Ini
aku Marhawati, teman-teman biasa memanggilku Marha. Aku etoser dari Luwu Utara,
tepatnya dari Bone-Bone. Aku berasal dari SMAN ! Bone-Bone. Saat ini aku kuliah
di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Jurusan Perikanan. Aku paling senang
dengan warna biru dan Merah marun. Aku paling tidak senang kalau seseorang
banyak Tanya padaku. Heheehehe males ngomong,. Sebenarnya sih aku sulit
berkomunikasi dengan baik dengan orang lain yang belum terlalu dikenal.
Alhamdulillah aku segera sadar dengan kelemahanku, jadi aku terus berusaha
menghilangkan kebiasan yang kurang baik itu.

Hasdaria, Ria biasa aku memanggilnya. Dia adalah etoser
dari Enrekang tepatnya di kecamatan Alla’ desa Panah. Kuliah di Universitas Hasanuddin Fakultas teknik jurusan Teknik
Perkapan. Walau anak teknik tapi dia paling senang dengan warna Pink dan warna
hijau. Hemmm,,,, kalau dilihat sepintas dari modelnya, dia kayak bukan anak
teknik. Heheheh Peace Ria J.. sudah seribu
orang yang aku temui berkata bahwa kami adalah saudara. …. Padahal baru
dipertemukan di Etos ini. Kami jawab saja “IYA” saudara seiman.. heheh… Ria
adalah orang yang enjoy ajha. Aku bener-bener kesal sama dia ketika aku curhat
hal yang serius, baru ekspresi wajanya biasa-biasa aja… hemmmm gemesss deh aku.
“JADI AKU HARUS BILANG WOWWW GITHU” hheheheh. Senang bisa kenal dengan ria, aku
berharap bisa terjalin ukhuwah dalam diri ini.

Nurhayati
biasa dipanggil athy, adalah etoser dari Pinrang tepatnya dari Labolong. Kuliah di Unhas fakultas teknik jurusan teknik
sipil. Athy adalah etoser yang berjiwa wirausaha, sejak awal masuk asrama dia
selalu memikirkan usaha apa yang cocok dia manfaatkan. Di asrama tahun pertama
ia berjualan snack dan kue, di asrama tahun kedua usaha printer dan jilid, dan
tahun terakhir ia usaha butik baju-baju batik. Hemmmm hebat memang etoser satu
ini. Ia pernah lolos menjadi penerima dana hiba PMW yang diadakan Unhas.
Menurutku ati orangnya asyik diajak ngobrol,. Aku sangat kagum dengan etoser
yang satu ini. Semangatnya sepertinya tak pernah pudar termakan waktu.. aku
berharap akan mengenalnya sepanjang hidupku,, heheh lebay.com

Nur Ila
biasa dipanggil Ila, adalah etoser dari Pinrang, kuliah di fakultas kedokteran jurusan keperawatan. Orangnya manis dan murah senyum, aku
senang saat melihatnya tersenyum. Saat ini dia aktiv disalah satu unit kegiatan
mahasiswa yaitu Pencak silat, yang dulu aku juga sempat menjadi teman se ukm.
Jusmatang biasa dipanggiljusma
adalah etoses dari Bone, Kuliah di fakultas Ekonomi dan Bisnis
jurusan akutansi. Orangnya cantik dan cerdas, pernah menjadi pemenang di Pimnas
saat di adakan unhas. Aku senang saat mendengarnya berbicara dengan logat
bonenya yang masih sangat kental.
Sianghati biasa
dipanggil siang, adalah etoser dari Pinrang, fakultas Kehutanan jurusan
kehutanan. Punya semangat yang luar biasa dan
sanagt kritis. Punya hati yang pengasih. Senang bisa mendapatkan sahabat
seperti siang.
Ayu Reski
Wulandari biasa dipanggi Ayu adalah etoser dari Pinrang, kuliah di fakultas
social dan ilmu politik jurusan Hubungan Internasional, dia adalah etoser termuda di antara angkatan 2009. Kadang orangnya manja
dan kadang juga sangat dewasa. Senang bisa kenal sama ayu, aku harap hubungan
ukhuwah ini tetap terjalin.
Erni damayanti
biasa dipanggil Erni adalah etoser dari Jeneponto, kuliah di fakultas Pertanian
Jurusan Agroteknologi. orangnya sangat cuek dan Asyik,.
Senang bisa kenal sama dia. Sukses buat Erni. Aku pasti akan merindukannya.
Hafla biasa di
panggil Lalla adalah etoser dari Soppeng, kuliah di Fakultas Farmasi jurusan
Farmasi, dia sangat asyik, semangat dan cerdas. Senang
sekali aku dapat mengenalnya. Ganbatte Lallah. Sukses yah….
Alinda Nurbaety
Hasanah biasa di panggil Alin, adalah etoser dari Garut, sangat jauh asalnya,
kuliah di Fakultas Ilmu kelautan dan Perikanan Jurusan Perikanan, Dia cerdas, kritis dan mudah
bergaul. Dia merupakan etoser terbaik di Beastudi Etos 2009. Senang bisa kenal
dengan alin. Sukses buatnya, semoga segera Sarjana dan kembali ke kampong
halaman. Mama mu menantikan kesuksesanmu sahabat.
Hasmira Binti Hamzah dia adalah satu-satunya etoser yang pertama sarjana, karena ia masuk dalam Jurusan Kedokteran yang memang hanya tiga tahun masa S1... biasa di panggil ira, berasal dari pinrang, saat ini dia lagi menjalani studi lanjutan pasca S1 kedokteran yakni Ko As (sorri gue gak tau nulisnya,, heheheheh), selalu tepat waktu.. orangnya enak di ajak ngobrol, tapi kalau diledekin tentang jodoh,, huuugffffhh marah bener,, ihh atut,,, kabur deh dri hadapannya ira,, heheh.. saat ini dia tinggal bersama Ria mereka sepondokan,, jadi hubungan mereka masih seperti di asrama kayak dulu,..
Nah.. sekarang
lanjut dengan kisahku saat-saat aku menjalani hidup ini dengan penuh
perjuangan. Setahun berada di sebuah asrama terasa ada yang berubah dalam diri
ini. Yang awalnya di kampung hanya terdengar suara-suara jangkrik yang menemani
disetiap malamku saat belajar. Sekarang benar-benar beda. Tahun pertamaku di
asrama selalu aja terdengar suara tawa dan canda dari teman-teman. Suasana yang
religius aku dapatkan juga. Kebiasaan yang diajarkan di asrama sangat
bermanfaat bagiku. Kebiasaan yang sangat membekas dalam diri adalah shalat
subuh berjama’ah dan kultum (kuliah tujuh menit) setelah sholat subuh.
Kebiasaan ini di tanamkan sejak awal aku masuk asrama. Ketika tiba waktu sholat subuh, suara ketukan
pintu terdengar dimana-mana mengganggu kenyaman tidur para penghuni asrama. Pendamping asrama mendatangi setiap
kamar dan mengetuknya hingga penghuninya terbangun. Teringat ketika Pendamping
membangunkanku dan aku pun merasa kesal banget saat itu, aku benar-benar masih
mengantuk dan tak ingin bangun secepat itu, tapi ketukan pintu itu tak mau juga
berhenti, ingin rasanya aku menghentikan ketukan itu tapi sayang aku teringat
bahwa ini adalah kewajibanku untuk bangun dan melaksanakan sholat subuh
berjama’ah. Saat itu dengan rasa malas aku bangun dan bersiap-siap. Sholat
subuh baru akan dimulai apabila penghuni asrama sudah berkumpul semua di ruang
sholat. Indahnya, para petugas piket harus membantu pendamping asrama
membangunkan penghuni asrama sekaligus bertugas mengimami sholat dan menjadi
pemateri pada kultum, semua sudah terarah. Jadi setiap hari supplement hati
(ruhiyah) terus terpenuhi. Walau dalam kondisi ngantuk kami setia mendengarkan
ocehan pemateri disubuh hari. Terkadang diantara kami ada yang tertidur saat
materi dimulai. Wajahnya yang cantik
menjadi jelek,, heheheh.. begitulah wajah seorang yang sedang tertidur, tidak ada
cakep-cakepnya.. Kebiasaan ini akan terus membekas di kepala. Kebiasaan lain
yang diterapkan di asrama yaitu 3S yaitu senyum , salam, sapa.. jadi tak ada
wajah yang muram saat bertemu sesama penghuni asrama.

Kebersamaan yang
terjalin diasrama sungguh indah. Pada tahun pertama hampir setiap minggu kami
pergi bersama, entah makan tidak makan yang penting kami bersama-sama.
Kebersamaan yang sangat indah. Aku sangat berharap persaudaraan ini tidak hanya
terjalin di Etos ajha, aku ingin disaat kita berpisah, komunikasi tetap
terjalin di antara aku dan teman-teman seperti saat di asrama dulu.

Benar-benar
teringat jelas saat aku terbang ke pulau jawa bersama para penerima beastudi
etos Makassar untuk bertemu para penerima beasiswa dari Nusantara. Terlihat
jelas disana, orang-orang berprestasi, orang-orang ramah, dan orang-orang yang
soleh dan soleha. Rasanya tak ingin meninggalkan Bogor saat itu. Tapi sayang
setiap pertemuan itu pasti akhirnya ada juga perpisahan. Kurang lebih sepuluh hari bersama pejuang-pejuang kehidupan
masih sangat kurang, tapi tak apalah karena diwaktu yang singkat itu, sangat
banyak ilmu dan pengalaman yang diperoleh. Banyak kisa yang terdengar. Tangis
dimana-mana saat berpisah dengan saudara-saudara senusantara itu. Etos padang,
etos Jakarta, Etos Surabaya, Etos Semarang, Etos Malang, Etos Bogor, Etos
Bandung, Etos Jogja. Aku sangat yakin suatu saat nanti kita akan dipertemukan
di PUNCAK KESUKSESAN. Ayooo semua ucap “aamiiin” ^_^
Kawan, tahu kah
engkau bahwa aku sangat merindukan kebersamaan kita. Aku rindu canda tawamu,
aku rindu dengan teguranmu disaat aku salah. Kawan dibalik wajahku yang biasa saja
tersimpan kerinduan yang begitu besar kepada kalian. Sesungguhnya aku takut
kehilangan kalian. Namun disinalah hukum alam berlaku. Saat kita bertemu maka
kita pun berpisah.

Kawan, ingatkah
engkau saat kita bersama digedung IPTEKS Unhas, berlatih bersama demi
menampilkan persembahan yang maksimal saat TENS (temu etos nasional). Ingatkah
engkau saat kita bersama diruang tamu bercanda bersama. Ingatkah engkau saat
kita disatukan dalam rapat untuk menyukseskan kegiatan kita. Dan ingatkah
engkau saat kita berada dalam majelis musyawarah menyelesaikan masalah internal
kita, yang penuh dengan tangisan dan kelapangan dada diantara kita, ingat kah
engkau saat kita sama-sama kehabisan bekal. tetes air mataku tak mau terhenti
saat aku mengingatnya sahabat. Sungguh aku merindukan kalian saudaraku karena
Allah. Aku sangat yakin Allah akan melindungi kalian diluar sana. Jangan pernah
melupakan kisah ini SAHABAT.
perjuangan
kita akan membekas sampai kita tua sahabat. Ingatlah hari ini saat engkau
merindukanku,. Ingatlah saat kita berjuang bersama, yakinlah persahabatan ini
akan sampai di syurga.
Adanya acara
Wisuda memandakan kita telah usai menjadi Etos aktiv kini gelar alumni kita
tandang. Namun gelar itu tidak menyurutkan niat kita untuk tetap menjalin
ukhuwah yang kuat.
Itu sedikit
kisahku bersama sahabat-sahabat akhwatku (perempuan) saat di etos. Kisah
bersama para ikhwannya juga tidak kala seruh. Dan masih banyak moment yang tak
mungkin aku tuangkan semua disini .
Tunggu edisi berikutnya aja yah, ^_^
SALAM RINDU UNTUK SAHABAT-SAHABATKU
Alinda Nurbaety Hasanah (Neng Alin), Hasdaria (Ria),Nur Ila (Ila), Nurhayati
(Athy), Sianghati (Siang), Ayu Reski Wulandari (Ayu), Jusmatang (Jusma), Erni
Damayanti (Erni), Hafla (Lalla)
Ahmad Riady (Adi), Yusrang (Uccank), Adriansya (Anca), Sunardi (Cuna),
Muh. Amin Yahya (yaya’), Asgari (Gary), Hendra , Bahdar,
Fajrin dan satu lagi Syahrul (Callu)
Teruntuk para
pahlawan 2009, Aku mewakili teman-teman mengucapkan banyak terima kasih atas
bimbingannya kepada para Pendamping Etos yang telah berjuang sekuat tenaga
untuk melihat kesuksesan kami. Kalian korbankan perasaan untuk tetap tegar
menghadapi kenakalan kami. Kak RIfa yang selalu tenang dengan segala tingkah
kami. Kak Ija yang selalu sabar dan lapang dada
dalam membimbing kami selama hampir dua tahun. Ujian yang engkau terima
sungguh besar saat amanah untuk membimbing kami. Engkau ikhlas mendengarkan
setiap keluhan yang kami paparkan. Terima kasih kakak, engkau sebagai ibu saat
kami membutuhkan sosok ibu dalam hidup ini, engkau sebagai kakak saat kami
butuh mencurahkan hati. Kemudian kak Eqi pendamping terakhir disaat kami hendak
keluar dari asrama. Engkau masih sempat mendapatkan kenakalan kami. Maafkan
kesalahan kami selama dalam bimbinganmu, jangan salahkan dirimu, jika engkau
belum melihat perubahan dalam diri kami. Insya Allah usahamu telah terhitung.
Untuk para pendamping Ikhwan (cowok) kami juga mengucapkan terima kasih atas
pembinaannya selama ini, kak Eli kusumayadi, kak Kaslam, Kak Arman. Jasamu
Insya Allah akan ku kenang selama hidupku.
Teruntuk kak
Misbah, walau engkau bukan pendamping Etos
2009 namun aku pribadi mengucapkan terima kasih atas satu nasehat yang pernah engkau berikan kepadaku,
disaat aku melakukan kesalan berat. Engkau adalah sosok kakak yang luar biasa. Teringat jelas saat itu, ketika engkau
memanggilku ke ruang tamu, dan aku meminta kak ija untuk menemaniku. maaf, tak
seharusnya aku melakukan hal itu. Kalau bukan karena aku membutuhkan dana
tambahan saat itu, maka aku tak akan kerja selarut malam seperti saat itu. Tapi
sekali lagi Terima Kasih.
Kini telah
berbeda sesaat setelah diwisudah dari etos kehidupanku akan benar-benar
berubah, maksudnya berubah yaitu tidak lagi berada di zona nyaman yang tiap
bulan mendapatkan uang saku, yang tiap pagi mendapatkan siraman ruhani, yang
setiap subuh ada yang mengetuk pintu, dan setiap kehabisan bekal masih ada
sahabat yang mau berbagi. Namun sekarang telah berbeda kawan. Kini aku harus
berusaha sendiri menjadi manusia yang madani. Berusaha mencari tunjangan hidup
sendiri, bangun subuh dibantu oleh alarm hp, siraman ruhani sekali dalam
seminggu, makan nggak makan tetap bersabar. Tapi itu tak menyurutkan
perjuanganku menuju keridhaan Allah dan kesuksesan dunia serta akhirat. kalimat terakhir yang ingin ku ucapkan yaitu
TERIMA KASIH TUHAN telah memberi kesempatan kepadaku dalam kisah ini dan terima
kasih Beastudi Etos telah memilihku dan membinaku. Dalam setiap nafas dan
langkahku aku selalu berharap bisa tetap bersyukur padamu ya Rabb.
More
Than Excellent