Senin, 24 September 2012

DULU AKU TAK PEDULI


Dulu aku tak bangga, dulu aku takut, dulu aku tak pernah memandangnya, dan dulu aku segan padanya. Aku yang terlalu pendiam membuat diriku tak banyak  bicara dengannya. Tak  ada sapaan, tak ada senyuman dan tak ada pula candaan. Waktu itu aku tak pernah merasakan indahnya jalinan kasih sayang antara adik kakak. waktu itu Sikapnya yang tegas membuatku takut,  wajahnya yang  serius membuatku segan. Yah itulah salah satu saudaraku dan itulah tingkahku saat aku masih duduk di bangku SMP sampai SMA. Dia adalah salah satu saudara kandungku diantara delapan  bersaudara. Dulu aku tak pernah mengerti artinya disiplin, dulu aku takut dengan ketegasannya. Dulu aku tak mengerti apa tujuannya mengdopsi sikap seperti itu. Dulu aku menganggap dia terlalu dingin dengan semua orang entah itu ayah dan saudara-saudaraku lainnya.
Namun disisi lain aku bangga padanya, semangat belajarnya sangat besar. Masih teringat jelas dipikiranku saat ia menjadi juara di SMPnya dia membawa pulang hadiah dari sekolah saat itu. Dulu (kurang lebih sepuluh tahun lalu) kakak adalah siswa yang pandai dan berprestasi, diam-diam aku mengamatinya setiap ia belajar di rumah dan yang sering terlihat dari pantauanku dia sering sekali belajar Kimia. Setiap membuka buku pasti yang kulihat adalah mata pelajaran kimia, namun aku tak tahu kalau ada buku lain yang ia baca saat itu. Aku duduk di bangku kelas satu SMP waktu itu, rasa penesaranku dengan mata pelajaran kimia pun meningkat. Aku diam-diam meminjam buku kakak saat itu tanpa sepengetahuannya dan akupun membacanya.
Aku ingat, dulu kakak adalah tipe orang yang tak mau mengeluh dan tak mau memintah apa-apa dari orang tua. Sampai-sampai selama tiga tahun kakak hanya memiliki satu seragam sekolah, satu sepatu, dan tak menggunakan tas saat kesekolah. dia benar-benar orang yang tak mau menyulitakan orang tua. Dia selalu kasihan jika melihat orang tua kesulitan. Dia adalah satu-satunya saudaraku yang benar-benar tegas dan dibalik ketegasannya itu tersimpan kasih sayang yang luar biasa pada kami adik-adiknya dan pada orang tua.
Aku teringat saat kakak baru saja lulus SMA dan saat itu aku baru masuk SMP, entah karena masalah apa  dengan ayah, sehingga ia pergi dari rumah. Dia merantau ke pulau seberang yaitu Kalimantan. Berbulan-bulan ia tidak pulang.  Aku tidak tahu bersama siapa kakak tinggal disana. Sejak kepergian kakak, ibu tak pernah berhenti mengeluarkan air mata. Ibu sangat sedih saat itu. Bagaimana tidak sedih, sepertinya  kakak pergi tanpa berpamitan dengan ibu. Ibu sangat khawatir , rintihannya begitu memiluhkan. Beberapa sanak keluarga pun dihubungi untuk mencari informasi tentang keberadaan kakak di Kalimantan. Setelah tahu posisi dan dengan siapa  kakak di Kalimantan ibu pun sedikit membaik. Namun masih tetap khawatir dengan kondisi kakak.
Kini aku beranjak dewasa dan telah kuliah aku pun tahu betapa hebatnya kakakku yang satu ini. Kesalahan yang dulu aku lakukan adalah aku terlalu pendiam dan takut, sehingga tidak ada yang memulai pembicaraan diantara kita . Namun sekarang telah berbeda, kakak bersikap cair dan terbuka padaku. Saat inilah aku bangga pada sikapnya yang dulu dan  baru saat ini aku memahaminya. Ternyata dia memiliki tujuan yang jelas dan memiliki prinsip yang kuat dalam hidupnya. Karena belas kasih pada orang tua sehingga ia tak mau melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi. Ia takut akan menyulitkan ayah dan ibu. Sehingga saat ini ia hanya seorang yang lulusan SMA. Wlaupun hanya lulusan SMA namun pengalamannya sanagt luar biasa, semangatnya bekerja pun sangat besar.
Saat ini aku kuliah disalah satu universitas terbesar di wilayah Indonesia Timur dengan mengandalkan Beasiswa. Aku berangkat dari kampung kecil yang berada di Pulau Sulawesi Selatan. Saat aku hendak berangkat ke Kota kakak masih belum pulang. sepertinya setelah dari Kalimantan kakak pindah ke Kota Makassar. Sementara aku hendak berangkat  ke Kota Makassar untuk melanjutkan studi. Akhirnya aku dan kakak pun satu wilayah. Sehingga selain bantuan dari beasiswa, aku juga mendapat bantuan dari kakak. Komunikasi ku pun semakin baik dengannya. Cerita demi cerita mambuat kami akrab.
Saat ini aku bangga telah mempunyai kakak sepertinya. Takut, segan dan yang dulu ada dalam diriku kini telah hilang termakan oleh waktu. Aku bahagia karena Allah memberiku saudara sepertinya. Aku yakin Allah akan menjaganya hingga akhir.
SALAM RINDU UNTUK KAKAK
Ya Allah…
Aku yakin engkau akan menjaganya
Berilah ia kesabaran dan ketabahan
 dalam menjalani hidup ini
Teguhkanlah hatinya dalam rahmatMu
Berilah ia disetiap cahayaMu
Ampunilah setiap kekhilafan yang ia lakukan
Ya Allah..
Sampaikanlah salam rinduku padanya…



Minggu, 23 September 2012

ETOS MAKASSAR


Ini kisahku dan para pejuang kehidupan di Beastudi Etos. Keindahan ukhuwah yang tercipta dalam sebuah bingkaian kehidupan ini sungguh mempesona. Tak pernah membayangkan akan  seperti ini.  Mendapat keluarga baru yang benar-benar belum pernah dipertemukan sebelumnya, Namun kasih sayang diantara kita tercipta begitu saja. Kisah ini sungguh indah, bait-bait aktivitas terlaksana dengan sempurna. Kadang semut pun cemburu dengan keakraban kami dipagi dan sore hari.
            Kehidupan penuh hikmah, pelajaran dan pengetahuan lainnya yang akan membawa manfaat kepada ku adan  para Pejuang kehidupan. Ini benar-benar luar biasa, sebuah tekad yang kuat  melekat erat-erat di hati anak manusia yang penuh semangat. ketika ia sulit untuk maju karena keterbatasan finansial. Akan tetapai disisi lain  dipertemukan persahabatan yang indah dan membawa berkah.
KESASAR. Yah,, kata itu teringat jelas dipikiranku saat pertama kali aku memulai kisah hidup ini di kota. awalnya aku berniat menuju asrama Etos saat itu, namun tak ada seorang pun yang mengantarkanku kesana. Hanya mendengar isyarat dari saudara yang menjadi bekalku menuju asrama. “kalau menuju kampus Unhas dari jalan Cendrawasi naik pete-pete 05” itu kode yang  diberikan saat aku hedak berangkat. Dengan keinginan yang kuat aku langsung pergi. Beruntungnya aku memiliki nomor Hp senior di Etos, jadi didalam pete-pete aku sambil smsan bertanya alamat asaramnya. Benar-benar memusingkan alamat yang diberikanku saat itu, aku tidak mengerti sama sekali. Akhirnya akupun terlantar dipinggir jalan Perintis Kemerdekaan satu setengah jam. Akhirnya saat itu aku memutuskan menelpon kak Warka, senior etos yang ku kenal saat ia sosialisasi Etos  di SMA-ku. Dengan nada panik aku memberi tahu kakak bahwa saat ini aku butuh bantuan. Sayang sekali saat itu beliau berada di kota Maros, 30 menit dari Makassar. Lama ku menunggu, hpku bordering kembali, “Kak Warka” itu yang tertera di panggilan masuk. Segera ku angkat panggilannya. Cahaya pun kutemukan saat itu. Beliau berusaha menjemputku di tempat yang telah ku jelaskan sebelumnya. Akhirnya aku di antar ke Asrama dengan Mobil yang ia kendarai. Benar-benar awal yang menegangkan saat itu.

tiga tahun serumah dengan mereka sungguh luar biasa, kami dipertemukan dengan berbagai karakter yang berbeda. Pada awal-awal kami tinggal di asrama, karakter teman-teman  ada yang pendiam, ada yang biasa ajha, ada yang ramainya minta ampun,,, hehehe. Dan ada pula yang Cueknya minta ampun. Hemmmm kalau belum kenal pasti pikiran akan aneh-aneh. Heheeh #peace sodara-sodaraku. ^_^,,, oh yah sebelum aku lanjut, sini aku kenalin dulu etos itu apa sih dan apa visi dan misinya  dan siapa-siapa sih para pejuang kehidupan Pr09gres Etos Makassar itu. Eitzzzz tunggu dulu sebelum kenalan, nihh kenalin dulu Etos itu apa yah?
Beastudi Etos, salah satu beasiswa SDM unggul membuka kesempatan kepada lulusan SMA/sederajat untuk menerima bantuan pembiayaan pendidikan di perguruan tinggi, pembinaan dan pelatihan, serta pendampingan mahasiswa.
Visi :

Terdepan dalam membentuk SDM unggul dan mandiri

Misi :
  1. Menerapkan manajemen mutu beastudi etos
  2. Menerapkan kurikulum pembinaan beastudi etos yang berbasis kompetensi
  3. Membangun dan mengoptimalkan jaringan beastudi etos
  4. Mengoptimalkan peran SDM beastudi etos dalam aktivitas pemberdayaan
Nah itu dia yang membimbingku selama 3 tahun ini. Sekarang kenalan sama akhwat-akhwatnya (cewek) dulu yah.. ^_^
Ini aku Marhawati, teman-teman biasa memanggilku Marha. Aku etoser dari Luwu Utara, tepatnya dari Bone-Bone. Aku berasal dari SMAN ! Bone-Bone. Saat ini aku kuliah di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Jurusan Perikanan. Aku paling senang dengan warna biru dan Merah marun. Aku paling tidak senang kalau seseorang banyak Tanya padaku. Heheehehe males ngomong,. Sebenarnya sih aku sulit berkomunikasi dengan baik dengan orang lain yang belum terlalu dikenal. Alhamdulillah aku segera sadar dengan kelemahanku, jadi aku terus berusaha menghilangkan kebiasan yang kurang baik itu.

Hasdaria,  Ria biasa aku memanggilnya. Dia adalah etoser dari Enrekang tepatnya di kecamatan Alla’ desa Panah. Kuliah di Universitas Hasanuddin Fakultas teknik jurusan Teknik Perkapan. Walau anak teknik tapi dia paling senang dengan warna Pink dan warna hijau. Hemmm,,,, kalau dilihat sepintas dari modelnya, dia kayak bukan anak teknik. Heheheh Peace Ria J.. sudah seribu orang yang aku temui berkata bahwa kami adalah saudara. …. Padahal baru dipertemukan di Etos ini. Kami jawab saja “IYA” saudara seiman.. heheh… Ria adalah orang yang enjoy ajha. Aku bener-bener kesal sama dia ketika aku curhat hal yang serius, baru ekspresi wajanya biasa-biasa aja… hemmmm gemesss deh aku. “JADI AKU HARUS BILANG WOWWW GITHU” hheheheh. Senang bisa kenal dengan ria, aku berharap bisa terjalin ukhuwah dalam diri ini.

 Nurhayati biasa dipanggil athy, adalah etoser dari Pinrang tepatnya dari Labolong. Kuliah di Unhas fakultas teknik jurusan teknik sipil. Athy adalah etoser yang berjiwa wirausaha, sejak awal masuk asrama dia selalu memikirkan usaha apa yang cocok dia manfaatkan. Di asrama tahun pertama ia berjualan snack dan kue, di asrama tahun kedua usaha printer dan jilid, dan tahun terakhir ia usaha butik baju-baju batik. Hemmmm hebat memang etoser satu ini. Ia pernah lolos menjadi penerima dana hiba PMW yang diadakan Unhas. Menurutku ati orangnya asyik diajak ngobrol,. Aku sangat kagum dengan etoser yang satu ini. Semangatnya sepertinya tak pernah pudar termakan waktu.. aku berharap akan mengenalnya sepanjang hidupku,, heheh lebay.com
Nur Ila biasa dipanggil Ila, adalah etoser dari Pinrang, kuliah di fakultas kedokteran jurusan keperawatan. Orangnya manis dan murah senyum, aku senang saat melihatnya tersenyum. Saat ini dia aktiv disalah satu unit kegiatan mahasiswa yaitu Pencak silat, yang dulu aku juga sempat menjadi teman se ukm.





Jusmatang biasa dipanggiljusma adalah etoses dari Bone, Kuliah di fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan akutansi. Orangnya cantik dan cerdas, pernah menjadi pemenang di Pimnas saat di adakan unhas. Aku senang saat mendengarnya berbicara dengan logat bonenya yang masih sangat kental.





Sianghati biasa dipanggil siang, adalah etoser dari Pinrang, fakultas Kehutanan jurusan kehutanan. Punya semangat yang luar biasa dan sanagt kritis. Punya hati yang pengasih. Senang bisa mendapatkan sahabat seperti siang.






Ayu Reski Wulandari biasa dipanggi Ayu adalah etoser dari Pinrang, kuliah di fakultas social dan ilmu politik jurusan Hubungan Internasional, dia adalah etoser termuda di antara angkatan 2009. Kadang orangnya manja dan kadang juga sangat dewasa. Senang bisa kenal sama ayu, aku harap hubungan ukhuwah ini tetap terjalin.



Erni damayanti biasa dipanggil Erni adalah etoser dari Jeneponto, kuliah di fakultas Pertanian Jurusan Agroteknologi.  orangnya sangat cuek dan Asyik,. Senang bisa kenal sama dia. Sukses buat Erni. Aku pasti akan merindukannya.
Hafla biasa di panggil Lalla adalah etoser dari Soppeng, kuliah di Fakultas Farmasi jurusan Farmasi, dia sangat asyik, semangat dan cerdas. Senang sekali aku dapat mengenalnya. Ganbatte Lallah. Sukses yah….
Alinda Nurbaety Hasanah biasa di panggil Alin, adalah etoser dari Garut, sangat jauh asalnya, kuliah di Fakultas Ilmu kelautan dan Perikanan Jurusan Perikanan,  Dia cerdas, kritis  dan mudah bergaul. Dia merupakan etoser terbaik di Beastudi Etos 2009. Senang bisa kenal dengan alin. Sukses buatnya, semoga segera Sarjana dan kembali ke kampong halaman. Mama mu menantikan kesuksesanmu sahabat.

Hasmira Binti Hamzah dia adalah satu-satunya etoser yang pertama sarjana, karena ia masuk dalam Jurusan Kedokteran yang memang hanya tiga tahun masa S1... biasa di panggil ira, berasal dari pinrang, saat ini dia lagi menjalani studi lanjutan pasca S1 kedokteran yakni Ko As (sorri gue gak tau nulisnya,, heheheheh), selalu tepat waktu.. orangnya enak di ajak ngobrol, tapi kalau diledekin tentang jodoh,, huuugffffhh marah bener,, ihh atut,,, kabur deh dri hadapannya ira,, heheh.. saat ini dia tinggal bersama Ria mereka sepondokan,, jadi hubungan mereka masih seperti di asrama kayak dulu,..

Nah.. sekarang lanjut dengan kisahku saat-saat aku menjalani hidup ini dengan penuh perjuangan. Setahun berada di sebuah asrama terasa ada yang berubah dalam diri ini. Yang awalnya di kampung hanya terdengar suara-suara jangkrik yang menemani disetiap malamku saat belajar. Sekarang benar-benar beda. Tahun pertamaku di asrama selalu aja terdengar suara tawa dan canda dari teman-teman. Suasana yang religius aku dapatkan juga. Kebiasaan yang diajarkan di asrama sangat bermanfaat bagiku. Kebiasaan yang sangat membekas dalam diri adalah shalat subuh berjama’ah dan kultum (kuliah tujuh menit) setelah sholat subuh. Kebiasaan ini di tanamkan sejak awal aku masuk asrama.  Ketika tiba waktu sholat subuh, suara ketukan pintu terdengar dimana-mana mengganggu kenyaman tidur para penghuni asrama. Pendamping asrama mendatangi setiap kamar dan mengetuknya hingga penghuninya terbangun. Teringat ketika Pendamping membangunkanku dan aku pun merasa kesal banget saat itu, aku benar-benar masih mengantuk dan tak ingin bangun secepat itu, tapi ketukan pintu itu tak mau juga berhenti, ingin rasanya aku menghentikan ketukan itu tapi sayang aku teringat bahwa ini adalah kewajibanku untuk bangun dan melaksanakan sholat subuh berjama’ah. Saat itu dengan rasa malas aku bangun dan bersiap-siap. Sholat subuh baru akan dimulai apabila penghuni asrama sudah berkumpul semua di ruang sholat. Indahnya, para petugas piket harus membantu pendamping asrama membangunkan penghuni asrama sekaligus bertugas mengimami sholat dan menjadi pemateri pada kultum, semua sudah terarah. Jadi setiap hari supplement hati (ruhiyah) terus terpenuhi. Walau dalam kondisi ngantuk kami setia mendengarkan ocehan pemateri disubuh hari. Terkadang diantara kami ada yang tertidur saat materi dimulai. Wajahnya yang  cantik menjadi jelek,, heheheh.. begitulah wajah seorang yang sedang tertidur, tidak ada cakep-cakepnya.. Kebiasaan ini akan terus membekas di kepala. Kebiasaan lain yang diterapkan di asrama yaitu 3S yaitu senyum , salam, sapa.. jadi tak ada wajah yang muram saat bertemu sesama penghuni asrama.

Kebersamaan yang terjalin diasrama sungguh indah. Pada tahun pertama hampir setiap minggu kami pergi bersama, entah makan tidak makan yang penting kami bersama-sama. Kebersamaan yang sangat indah. Aku sangat berharap persaudaraan ini tidak hanya terjalin di Etos ajha, aku ingin disaat kita berpisah, komunikasi tetap terjalin di antara aku dan teman-teman seperti saat di asrama dulu.

 Benar-benar teringat jelas saat aku terbang ke pulau jawa bersama para penerima beastudi etos Makassar untuk bertemu para penerima beasiswa dari Nusantara. Terlihat jelas disana, orang-orang berprestasi, orang-orang ramah, dan orang-orang yang soleh dan soleha. Rasanya tak ingin meninggalkan Bogor saat itu. Tapi sayang setiap pertemuan itu pasti akhirnya ada juga perpisahan. Kurang lebih  sepuluh hari bersama pejuang-pejuang kehidupan masih sangat kurang, tapi tak apalah karena diwaktu yang singkat itu, sangat banyak ilmu dan pengalaman yang diperoleh. Banyak kisa yang terdengar. Tangis dimana-mana saat berpisah dengan saudara-saudara senusantara itu. Etos padang, etos Jakarta, Etos Surabaya, Etos Semarang, Etos Malang, Etos Bogor, Etos Bandung, Etos Jogja. Aku sangat yakin suatu saat nanti kita akan dipertemukan di PUNCAK KESUKSESAN. Ayooo semua ucap “aamiiin” ^_^
Kawan, tahu kah engkau bahwa aku sangat merindukan kebersamaan kita. Aku rindu canda tawamu, aku rindu dengan teguranmu disaat aku salah. Kawan dibalik wajahku yang biasa saja tersimpan kerinduan yang begitu besar kepada kalian. Sesungguhnya aku takut kehilangan kalian. Namun disinalah hukum alam berlaku. Saat kita bertemu maka kita pun berpisah.

Kawan, ingatkah engkau saat kita bersama digedung IPTEKS Unhas, berlatih bersama demi menampilkan persembahan yang maksimal saat TENS (temu etos nasional). Ingatkah engkau saat kita bersama diruang tamu bercanda bersama. Ingatkah engkau saat kita disatukan dalam rapat untuk menyukseskan kegiatan kita. Dan ingatkah engkau saat kita berada dalam majelis musyawarah menyelesaikan masalah internal kita, yang penuh dengan tangisan dan kelapangan dada diantara kita, ingat kah engkau saat kita sama-sama kehabisan bekal. tetes air mataku tak mau terhenti saat aku mengingatnya sahabat. Sungguh aku merindukan kalian saudaraku karena Allah. Aku sangat yakin Allah akan melindungi kalian diluar sana. Jangan pernah melupakan kisah ini SAHABAT.

 perjuangan kita akan membekas sampai kita tua sahabat. Ingatlah hari ini saat engkau merindukanku,. Ingatlah saat kita berjuang bersama, yakinlah persahabatan ini akan sampai di syurga.
Adanya acara Wisuda memandakan kita telah usai menjadi Etos aktiv kini gelar alumni kita tandang. Namun gelar itu tidak menyurutkan niat kita untuk tetap menjalin ukhuwah yang kuat.


 Itu sedikit kisahku bersama sahabat-sahabat akhwatku (perempuan) saat di etos. Kisah bersama para ikhwannya juga tidak kala seruh. Dan masih banyak moment yang tak mungkin aku tuangkan semua disini .  Tunggu edisi berikutnya aja yah, ^_^  

SALAM RINDU UNTUK SAHABAT-SAHABATKU

Alinda Nurbaety Hasanah (Neng Alin), Hasdaria (Ria),Nur Ila (Ila), Nurhayati (Athy), Sianghati (Siang), Ayu Reski Wulandari (Ayu), Jusmatang (Jusma), Erni Damayanti (Erni), Hafla (Lalla)

Ahmad Riady (Adi), Yusrang (Uccank), Adriansya (Anca), Sunardi (Cuna), Muh. Amin Yahya (yaya’), Asgari (Gary), Hendra , Bahdar, Fajrin dan satu lagi Syahrul (Callu)

Teruntuk para pahlawan 2009, Aku mewakili teman-teman mengucapkan banyak terima kasih atas bimbingannya kepada para Pendamping Etos yang telah berjuang sekuat tenaga untuk melihat kesuksesan kami. Kalian korbankan perasaan untuk tetap tegar menghadapi kenakalan kami. Kak RIfa yang selalu tenang dengan segala tingkah kami. Kak Ija yang selalu sabar dan lapang dada  dalam membimbing kami selama hampir dua tahun. Ujian yang engkau terima sungguh besar saat amanah untuk  membimbing kami. Engkau ikhlas mendengarkan setiap keluhan yang kami paparkan. Terima kasih kakak, engkau sebagai ibu saat kami membutuhkan sosok ibu dalam hidup ini, engkau sebagai kakak saat kami butuh mencurahkan hati. Kemudian kak Eqi pendamping terakhir disaat kami hendak keluar dari asrama. Engkau masih sempat mendapatkan kenakalan kami. Maafkan kesalahan kami selama dalam bimbinganmu, jangan salahkan dirimu, jika engkau belum melihat perubahan dalam diri kami. Insya Allah usahamu telah terhitung. Untuk para pendamping Ikhwan (cowok) kami juga mengucapkan terima kasih atas pembinaannya selama ini, kak Eli kusumayadi, kak Kaslam, Kak Arman. Jasamu Insya Allah akan ku kenang selama hidupku.
Teruntuk kak Misbah, walau engkau bukan  pendamping Etos 2009 namun aku pribadi mengucapkan terima kasih atas satu  nasehat yang pernah engkau berikan kepadaku, disaat aku melakukan kesalan berat. Engkau adalah sosok kakak yang luar biasa.  Teringat jelas saat itu, ketika engkau memanggilku ke ruang tamu, dan aku meminta kak ija untuk menemaniku. maaf, tak seharusnya aku melakukan hal itu. Kalau bukan karena aku membutuhkan dana tambahan saat itu, maka aku tak akan kerja selarut malam seperti saat itu. Tapi sekali lagi Terima Kasih.
Kini telah berbeda sesaat setelah diwisudah dari etos kehidupanku akan benar-benar berubah, maksudnya berubah yaitu tidak lagi berada di zona nyaman yang tiap bulan mendapatkan uang saku, yang tiap pagi mendapatkan siraman ruhani, yang setiap subuh ada yang mengetuk pintu, dan setiap kehabisan bekal masih ada sahabat yang mau berbagi. Namun sekarang telah berbeda kawan. Kini aku harus berusaha sendiri menjadi manusia yang madani. Berusaha mencari tunjangan hidup sendiri, bangun subuh dibantu oleh alarm hp, siraman ruhani sekali dalam seminggu, makan nggak makan tetap bersabar. Tapi itu tak menyurutkan perjuanganku menuju keridhaan Allah dan kesuksesan dunia serta akhirat.  kalimat terakhir yang ingin ku ucapkan yaitu TERIMA KASIH TUHAN telah memberi kesempatan kepadaku dalam kisah ini dan terima kasih Beastudi Etos telah memilihku dan membinaku. Dalam setiap nafas dan langkahku aku selalu berharap bisa tetap bersyukur padamu ya Rabb.

More Than Excellent


Rabu, 19 September 2012

SIAPAKAH DIA?



Dia yang telah melahirkanku, dia yang telah merawat dan mendidikku. Dia adalah IBU. IBU, adalah hal yang  paling berharga dalam hidupku, sebut saja aku adalah Raisa gadis cilik dari kampong tetangga, dia tak pernah lelah dalam  berjuang mempertahankan kehidupanku, ibu adalah inspirasi, beliau yang terus mendukung dalam kehidupan. Dulu  sewaktu aku masih kecil ibu selalu mencium kening ku. Kecupan itu terus terasa hingga kini. Perjuangan ibu tak pernah berhenti. Ibu adalah pejuang sejati, kedua orang tua kita memang sudah bertahun-tahun tak memiliki ladang sawah sendiri, namun kami tak pernah kehabisan beras, hal ini disebabkan ibu yang tak pernah berhenti mencari beras. Ibu  tak pernah malu atas apa yang ia kerjakan asal pekerjaan itu halal. Aku yakin tidak akan ada yang percaya jika kuceritakan kisa ibuku tercinta.
Ibu adalah sosok yang sangat kuat dan tak pernah putus asa, memiliki kemauan yang keras, walau sekarang usianya hampir mancapai 55 tahun,namun kekuatannya untuk mencari sesuap nasi tak pernah lemah. Semangat yang dimiliki ibu tak pernah pudar oleh waktu, setiap detik semangatnya selalu terjaga. Aku sangat bersyukur kepada Allah yang telah memilih ibu menjadi orang tuaku. Ibu ,memiliki 5 orang putra dan 3 orang putri dan salah satu putrinya adalah aku.
Kesyukuran ibu selalu ada disetiap langkahnya, rezeki dari Allah selalu saja ada kerena ibu terus bergerak dan mencari itu. Pekerjaan itu sangatlah melelahkan karena dari pagi buta hingga petang, ibu berpanas-panasan dengan tubuh yang tua renta. Ayah pernah melarang ibu untuk jangan melanjutkan pekerjaannya, namun ibu menolaknya dengan alasan  keluarga akan dapat beras dari mana kalau tidak menjadi petani padi. Aku sedih mendengarnya karena demi kami anaknya ibu rela berpanas-panasan dengan tubuh yang tua itu. Setiap kali aku liburan aku pulang kampung, saat aku dirumah hampir aku tidak pernah ketemu sama ibu di siang hari, karena aktivitas ibu diladang dari pagi hingga petang. Saat aku kembali kekota ibu selalu membawakan beras untuk bekalku di kota. Beras hasil kerja paya ibulah yang aku nikmati selama ini.
Teringat saat nasehat berayun-ayun dibibirnya namun aku tak pernah peduli dengan nasehat itu. sungguh aku sangat berdosa saat itu, maafkan aku ibu yang membuatmu  lelah dan pusing dengan tingkahku. Kini aku jauh, tak lagi dapat mendengar nasehatmu secara langsung, ingin rasanya menangis saat mengingatmu ibu.
Aku mengharapkan doa disetiap sujud-sujudmu ibu. suatu saat nanti akan kubawa ibu berkeliling dunia, yang berawal dari mekka tanah suci, akan ku tunjukan dunia kepada ibu. Saat ini aku sangat jauh dari ibu, aku sangat merindukan wajahnya yang meneduhkan, aku rindu dengan nasehat-nasehatnya, aku rindu segalanya dari ibu.
Ibuku adalah orang yang  paling aku cintai, saat ini aku belum pernah memberinya sesuatu yang membanggakan, aku sangat ingin membuatnya tersenyum dan santai di rumah, tanpa harus lelah bekerja siang malam. Anak macam apa aku ini, yang  membiarkan ibu yang sudah tua terus bekerja keras untuk sesuap  nasi.
Jadi teringat disaat aku masih sekolah dasar, tak ada beras yang dapat di masak ibu untuk sarapan sebelum berangkat sekolah, namun di pekarangan belakang rumah ada pohon pisang yang berbuah, ibu segera mengambil buah pisang tersebut untuk direbus untuk sarapan. Saat sekolah dasar aku  dan adik adik sangat jarang mempunyai uang saku untuk belanja di sekolah, saat itu jika aku ingin belanja , aku harus menjual es terlebih dahulu untuk memperoleh uang Rp 500 dan menyapu halaman tetangga. Sejak kecil aku memang dibiasakan untuk tidak manja.
Dulu aku sangat membenci omelan ibu yang salalu membengkakkan telinga, aku selalu menutup telinga ketika ibu menasehatiku, sunggu aku adalah orang yang bandel saat itu. Tak terbayang kenakalanku saat itu, namun ibu terus bersabar dalam membinaku. Kesabarn itulah yang kini ingin ku ikuti dari ibu.
Ketulusan hatinya dalam membimbing anak membuat aku bangga kepada ibu. Ibu tak pernah merasa lelah ataupun mengeluh setiap apa yang dikerjakan. Sampai dalam kondisi sakitpun ibu tak pernah merintih kesakitan. setiap waktu dan setiap detik ibu selalu berdoa kepada sang Khaliq untuk keberhasilan anaknya.
Ibu selalu mengerti apa yang sedang dipikirkan anaknya, teringat ketika dulu aku menginginkan makan kapurung (makanan khas masyarakat palopo dan sekitarnya), tanpa aku memberi tahu ibu tiba-tiba keesokan harinya ibu membuat kapurung itu. Bahagia rasanya, karena ibu masih ada. 

ibu.....
engkau bagai bidadari
yang selalu mengisi hari-hariku..
engkau pahlawan bagiku
disaat kesulitan itu tiba

ibu...
engkau bagaikan cahaya 
disaat datangnya kegelapan...
engkau bagaikan madu yang membawa berkah bagiku....
kerinduan ini sungguh dalam...
aku mengharapkan doamu disetiap shalat malammu...
ibu
aku mencintaimu...



Selasa, 18 September 2012

INDAHNYA JALAN INI

19 september 2012

      Kenangan yang indah ketika financial tak lagi mendukung,ketika tak ada lagi teman yang perduli, namun Allah selalu bersamaku kapanpun, dimana pun aku berada. Aku adalah orang yang paling bahagia, tak hanya itu aku akan mengenang hari ini dimanapun aku berada, aku merasa aku adalah orang yang paling disayangi Allah Swt. Aku bangga telah merasakan iman ini. Aku terjebak kedalam lembah kebaikan, yang akan menyelamatkan aku di dunia maupun di akhirat, awal aku terlibat dalam jalan ini adalah saat aku pertama kali memasuki Universitas Hasanuddin, aku mengikuti aroma-aroma ketawadhuan disana. Allah sudah mengaturnya sedemikian rupa sehingga aku benar-benar terjebak.
Sebuah cita-cita dan tekad yang kuat dari lubuk hati untuk melanjutkan kuliah, ternyata  membawaku kepada semua ini, walau dulu aku adalah tergolong orang yang tak mampu jika harus melanjutkan ke sekolah di kota , dikampus terbesar di Indonesia Timur, hal itu mungkin tak pernah terbayang dibenak kedua orang tuaku. Namun  Aku selalu berusaha berprasangka baik kepada Allah, bahwa segala sesuatu itu akan ada jalannya.
Jalan itu adalah jalan dakwah. Jalan yang menuntunku ke jalan syurga. Walau di dunia tidak ada orang yang mengenali siapa aku ini, tapi aku hanya ingin terkenal dikalangan penghuni langit. Aku menginginkan hal itu, karena disanalah tempatku menetap suatu saat. Sebelum aku kembali kesana aku ingin terkenal terlebih duluh. Disinilah jalannya, menyelamatkan agama Allah, maka Allah akan menolong kita di dunia. kita lanjutkan perjuangan Rasulullah dalam menyiarkan agama islam, kalau dulu beliau menyeruh agama Islam kepada kaum jahiliyah yang belum mengenal agama ini, sekarang kita menyeruh agama islam kepada orang-orang yang telah mengakui dirinya islam namun belum mengenali agamanya sendiri. Sungguh miris kalau kita tengok diluar sana,  kita sudah tak dapat membedakan antara wanita muslim dengan wanita non muslim. Sunggu benar-benar mereka belum mengenali agamanya. Padahal dalam alqur’an telah dijelaskan dal QS; Al-Ahzab ayat 56 Allah berfirman “wahai Nabi seruhlah istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan perempuan yang beriman, melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya(semaa mereka keluar), cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu dan (ingatlah) Allah maha pengampun lagi maha mengasihani”.  Disinilah peranku saat ini, bagaimana aku berusaha untuk mengajak mereka pada jalan yang benar.
Sebuah tujuan yang mulia, yang dapat membuat semua mendapatkan syafaatnya, hal itulah yang mendorongku terus mengikuti jalan dakwah ini. Tenaga yang terkuras bukanlah kelelahan bagiku, tetapi itu adalah kenikmatan yang luar biasa, waktu yang ada adalah milik dakwah. Walau aku tahu tujuan awalku ke kota ini adalah kuliah namun aku tak mau ketinggalan bergaul dikalangan ahli langit. kuliah tetap didahulukan, dan dakwah diutamakan dan aku akan terus berprestasi. Allah adalah tujuanku, Nabi Muhammad SAW adalah teladanku, Al-Qur;an dan Hadist adalah pedomanku.
Berbekal uang Rp 250.000 aku berangkat menuju kota untuk kuliah, disaat kedua orang tuaku tak memiliki uang sepeserpun, namun aku yakin aku pasti bisa. Ibu yang begitu mendukungku mencarikan ku pinjaman ke tentangga, dan Alhamdulillah Allah menunjukan jalan. Sungguh Allah adalah Penolongku.
Aku adalah seorang akhwat dari pelosok daerah kecil dari Luwu, sebuah kabupaten yang terletak di wilayah palopo  provinsi Sulawesi selatan, yang berjuang di daerah orang untuk meraih cita-cita, namaku adalah Annisa Jannaty Firdaus, biasa di paggil Jannah. Aku sudah dua tahun menempuh pendidikan di kota tercinta ini, kota yang memberikan banyak ilmu kepadaku. Kota yang memberikan banyak hal yang menyenangkan.  Ini luar biasa, Allah memberikan sesuatu yang tak terduga bagiku, aku berjuang bersama seorang teman yang tak berbeda denganku yakni Zafira Az-zahra, dan ia senang di panggil Zaf. Aku tinggal di kota Merah kota Makassar. Banyak orang bilang bahwa kota Makassar adalah kota yang banyak menyimpan kekerasan dan hal keras lainnya, namun menurutku sebagai seorang pendatang menganggap bahwa hal itu tidak benar sama sekali, karena terbukti selama aku tinggal di Makassar aku disambut oleh manusia-manusia yang luar biasa, orang-orang yang memiliki prestasi dan orang-orang yang ramah lagi lembut. Tidak ada yang jelek dari sesuatu hal jika kita memang menjelek-jelekan sesuatu yang tidak pernah kita lihat secara langsung, seperti halnya kota ini, sebagian besar orang yang mengatakan kejelekan Makassar karena mereka hanya dibius oleh sebua media yang selalu mengekspos hal negative dari kota ini.  Seperti halnya Indonesia dimata dunia, yang terkenal dengan adanya kericuhan dimana-mana, korupsi, pencurian, dan sebagainya, hal ini desebabkan karena media hanya mengabarkan hal yang seperti itu saja. Dan sangat jarang menjunjung kebaikan dari negeri ini.
Aku sempat berfikir bagaimana cara mengajak orang-orang yang ada di kota ini agar mereka bisa beribadah kepada Allah SWT, dan akhirnya aku mendapatkan jalan untuk itu, berbekal ilmu yang cukup aku memulainya. Berawal dari membimbing generasi muda dan selanjutnya orang tuanya. Surau pelangi adalah jalan pertamaku, sebuah Taman Baca Qur’an yang  aku kelolah bersama teman-teman, kini dalam proses. Aku terus menerawang jauh memajukan sebuah cita-cita yang muliah.
Renungan itu tiba-tiba hanyut bersama sentuhan lembut dari ukhty Zafira, beliau menyapaku,
 “ ya ukhty, anty lagi bermuhasabah ya? bagi juga dong”.
“ukh, ana sunggu beruntung bisa mengenal anty, mengenal ikhwah yang ada disini, mungkin inilah jalannya, ana sangat  bersyukur kepada Allah, telah mengirimkan anty dan yang lain kepadaku” aku sambil tersenyum membalas.
“jalan dakwah ini memang sunggu asyik yah?, tanggung jawab yang diberikan kepada kita bukanlah sebuah beban tapi sebuah amanah dan kenikmatan tersendiri yang di karuniakan Allah SWT kepada kita”aku menjelaskan.
“benar ukh, padahal awal ana menginjakan kaki di kota  ini ana belum memahami sedikit pun apa itu dakwah, apa itu amanah, bahkan pemahaman tentang islam secara mendalampun aku belum, namun sekarang Subhanallah sekali, Allah memberikan kesempatan menikmati indahnya iman itu. Sayangnya ana tarbiyah baru 2 tahun”, Tangkas Ukh Zaf.
“pengetahuan itu tidak dilihat seberapa lama dia menuntut ilmu,akan tetapi seberapa besar niat dan keseriusan seseorang dalam menuntut ilmu. 2 tahun lebih berarti dari pada 3 tahun tapi tidak memiliki keseriusan dalam menuntut ilmu. Kemauanlah yang membedakan kita terhadap mereka 3 tahun tapi santai dan enjoi.”
“ana jadi ingat kata-kata dari salah satu ustad dalam blognya ‘Saya merasa bukan siapa-siapa, dan hanya seseorang yang mendapatkan banyak kemuliaan di jalan ini. Mendapatkan banyak saudara, mendapatkan banyak ilmu, memiliki banyak pengalaman, mengkristalkan banyak hikmah, menguatkan berbagai potensi diri, menajamkan mata hati dan mata jiwa. Luar biasa, sebuah jalan yang membawa berkah melimpah. Maka, merugilah mereka yang telah berada di jalan ini tetapi tidak mampu menikmati’. Hmm… semangat ini semakin bangkit aja! Anti sekarang punya amanah dimana aja?”, lanjutku.
“saat ini ana lagi diamanahkan posisi penting di sebuah organisasi dakwah di universitas saat ini dan program tahunan kampus, yakni jadi bendahara. Awalnya ana kaget kenapa bisa ana yang ditempatkan diposisi itu, padahal berharap bisa masuk di kemuslimahannya, hmm,,, inilah amanah, ana harus terima dengan ikhlas dan bekerja dengan hati nurani, ana bersyukur masih bisa memegang sebuah amanah, Kalau anty sendiri sekarang lagi aktiv dimana?” jawab Zaf.
“Subhanallah ukh, Selamat ya,,, anty ternyata amana besar. Tapi ingat ya ukhty ‘ku’ sayang bahwa itu bukan sebuah penghargaan bagi anty melainkan sebuah amanah yang harus dinikmati.mari kita berjuang di jalan dakwah ini bersama-sama, saling menguatkan saat satu lagi lemah, saling mengingatkan saat yang satu lagi lalai, semoga kita termasuk orang-orang yang amanah, amin. Saat ini ana di amanahkan jadi Koordinator Tim Danus di LDK   dan mas’ul  di salah satu LDF,, menurut ana ini amanah yang terberat, ini adalah sebuah ujian bagi ana, apakah ana bisa taat atu tidak, semoga dimudahkan,. Amiin…” aku menjelaskan.
Itulah sedikit pembicaraan aku dan Zafira ketika kami sedang duduk bersama.
Tidak ada kesyukuran selain bersyukur kepada Allah SWT, kesyukuran yang luar biasa, karena Kami ditunjuki jalan ini, jalan yang lurus dan  depertemukan oramg-orang yang memiliki inspirasi yang besar.
Berawal dari sebuah amanah, sebuah tanggung jawab akan terlaksana dengan semangat yang luar biasa. Jalan ini amat panjang tak kenal lelah, dari terbitnya matahari hingga terbenam lagi itu hanya sebuah kedipan  mata saja, sungguh nikmat  memang jika kita serius dalam jalan ini.
****