Jumat, 06 November 2015

INDAHNYA QODARULLAH

Sebuah pembinaan yang luar biasa telah ku jalani sejak tahun 2009 lalu, hingga saat ini. Pembinaan yang membawa perubahan besar dalam hidupku, merubah cara pandangku dan merubah segala hal yang ada dalam pikiranku. Enam tahun lalu aku adalah seorang pelajar sekolah menengah atas yang baru saja menyelesaikan ujian nasional, saat itu aku masih menjadi remaja pada umumnya, tidak terlalu peduli mengenai jarak antara pria dan wanita, dan tidak peduli mengenai hijab yang aku kenakan. Aku mengalir selayaknya remaja indonesia pada umumnya. Saat itu aku telah mengetahui kelulusan sekolah, aku memiliki banyak impian setelah lulus sekolah. Aku ingin melanjutkan sekolahku ke jenjang yang lebih tinggi yakni universitas. Tidak ada yang kebetulan, rencana Allah memang sangat indah. Allah memberi kemudahan kepadaku, aku lolos tes di salah satu bimbingan belajar di kota Makassar saat itu. selama tiga bulan aku mengikuti bimbingan belajar, aku sangat serius mengikuti bimbingan itu dan pada akhirnya tiba waktu tes masuk PTN sehingga akupun lulus ujian masuk di Universitas hasanuddin. Perasaan yang sangat bahagia dan juga terharu, seorang “aku” bisa lulus ujian masuk universitas hasanuddin, kalau bukan campur tangan Allah aku tidak mungkin bisa lulus. Yang bisa aku lakukan saat itu hanya bersyukur. Alhamdulillah.

Waktu terus berlalu, suka duka selama masa perkuliahan semuanya telah aku rasakan, tangis dan tawa yang setia menemaniku selama enam tahun di kampus, yah,, enam tahun harusnya waktu normal perkuliahan adalah empat tahun, akan tetapi aku melaluinya selama enam tahun. Saat itu aku lulus di fakultas Ilmu kelautan dan Perikanan jurusan perikanan mengambil program studi Manajemen Sumberdaya Perairan, sejak awal aku memang tidak srek dengan jurusanku dan aku harus terus bersabar untuk menyelesaikan studi ini, akhirnya selama enam tahun aku bisa terlepas dari kuliah ini dan akhirnya memilih bekerja di suatu tempat yang sangat jauh dari disiplin ilmu saat aku kuliah dulu. Yah, tapi aku tidak pernah menyesali atas apa yang Allah taqdirkan padaku. Walau kadang keluhan muncul secara tiba-tiba saat aku khilaf, beginilah manusia hidup, banyak melalukan kekhilafan. Akan tetapi jika segera sadar atas kekhilafan itu maka itu lebih baik.

Berbicara mengenai pembinaan ruhiyah sejak awal aku masuk kuliah, sepertinya akan lebih menarik. Sejak awal masuk kuliah, aku telah mendapat pembinaan. Teman-teman di sekitarku biasa menyebutnya liqo’ . awal kuliah aku memang telah mengikuti program beasiswa yang di asramakan. Berawal dari sanalah aku memulai kisahku dalam pembinaan ruhiyah itu dan pada akhirnya membawa perubahan besar dalam hidupku hingga saat ini. Pembinaan itu terus aku jalani dimanapun aku berada. Saat ini aku merantau ke pulau kalimantan dan pembinaan itu terus berjalan dengan lancar. Tahu kah kalian betapa pentingannya pembinaan ini bagiku? Jawabannya adalah sangat penting, karena dalam pembinaan ini mengajarkanku arti kehidupan yang sesungguhnya, mengajarkan bagaimana ber-agama secara benar dan masih banyak lagi yang mungkin jika aku tuliskan tak akan mampu. Itulah sebabnya aku tak ingin melepaskan pembinaan ini kecuali nafas ini telah tiada. Mengazamkan diri untuk terus terbina  dimanapun dan dalam kondisi apapun itulah aku. Mungkin ini terlihat konyol akan tetapi inilah yang kurasakan.

Berbicara soal pembinaan, hal ini juga menjadikan aku lebih percaya diri dan optimis untuk menggapai setiap mimpi-mimpi yang ada dalam benakku. Banyak tambahan saudara/i  yang Allah berikan padaku dari pembinaan ini, dari berbagai daerah di seluruh nusantara. Termasuk perjalananku ke kota bima tahun 2014 lalu, Allah mentaqdirkan seorang saudari dari bima mengajakku ke kota itu untuk menghadiri walimah/pernikahan salah satu pembinaku saat awal masuk kuliah. Kemudian perjalananku menuju kota Bontang, Kalimantan Timur pun tak lepas dari taqdir Allah. Syukron ya Allah telah mengantarkanku dalam jalan dakwah ini. Hingga nafasku berhenti aku akan setia dalam beribadah kepadaMu dan berbuat baik kepada semua orang.

Aku takut ketika suatu saat nanti hatiku menjadi khilaf dan gelap, aku takut kehilangan semua ini, aku tak menjamin hati ini bisa istiqomah, namun tidak ada yang tidak mungkin jika berharap kepada sang Pemilik Hati untuk terus mengistiqomahkan hati ini agar senantiasa beribadah dan berbuat baik.

Aku, kamu dan dia Insyaa Allah akan istiqomah dalam berbuat baik dan beribadah kepadaNya.
Ya Allah aku ingin menjadi penghuni syurga yang Engkau janjikan dalan Kitab suci Al Qur’an, aku ingin menjadi Istri yang sholiha penghuni syurga, maka jadikanlah aku istri yang selalu taat padaMu dan pada suamiku kelak,  dan karuniakanlan keturunan yang sholeh/ah dan menyejukan Hati serta sejuk dipandang.

Ya Allah karuniakanlah aku pasangan yang sholeh yang selalu mengagungkan namaMu, dan selalu setia menjalankan perintahMu. Mislah yusuf fii jamaal.

Ya Allah, masukanlah aku kedalam golongan orang-orang yang sabar, karena aku tahu aku belum termasuk dalam golongan mereka, maka masukanlah,

Ya Allah, masukanlah aku kedalam golongan orang-orang yang selalu bersyukur padaMu, karena aku tahu aku masih terlalu sedikit bersyukur, maka masukanlah.

Ya Allah, ampunilah segala dosa-dosaku selama 25 tahun ini, karena aku tahu aku ini adalah hamba yang berlumuran dosa atas kekhilafan yang aku perbuat, ampunilah ya Allah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar