Sebuah pembinaan yang
luar biasa telah ku jalani sejak tahun 2009 lalu, hingga saat ini. Pembinaan
yang membawa perubahan besar dalam hidupku, merubah cara pandangku dan merubah
segala hal yang ada dalam pikiranku. Enam tahun lalu aku adalah seorang pelajar
sekolah menengah atas yang baru saja menyelesaikan ujian nasional, saat itu aku
masih menjadi remaja pada umumnya, tidak terlalu peduli mengenai jarak antara
pria dan wanita, dan tidak peduli mengenai hijab yang aku kenakan. Aku mengalir
selayaknya remaja indonesia pada umumnya. Saat itu aku telah mengetahui kelulusan
sekolah, aku memiliki banyak impian setelah lulus sekolah. Aku ingin melanjutkan
sekolahku ke jenjang yang lebih tinggi yakni universitas. Tidak ada yang
kebetulan, rencana Allah memang sangat indah. Allah memberi kemudahan kepadaku,
aku lolos tes di salah satu bimbingan belajar di kota Makassar saat itu. selama
tiga bulan aku mengikuti bimbingan belajar, aku sangat serius mengikuti
bimbingan itu dan pada akhirnya tiba waktu tes masuk PTN sehingga akupun lulus
ujian masuk di Universitas hasanuddin. Perasaan yang sangat bahagia dan juga
terharu, seorang “aku” bisa lulus ujian masuk universitas hasanuddin, kalau
bukan campur tangan Allah aku tidak mungkin bisa lulus. Yang bisa aku lakukan
saat itu hanya bersyukur. Alhamdulillah.
Waktu terus berlalu, suka
duka selama masa perkuliahan semuanya telah aku rasakan, tangis dan tawa yang
setia menemaniku selama enam tahun di kampus, yah,, enam tahun harusnya waktu
normal perkuliahan adalah empat tahun, akan tetapi aku melaluinya selama enam
tahun. Saat itu aku lulus di fakultas Ilmu kelautan dan Perikanan jurusan
perikanan mengambil program studi Manajemen Sumberdaya Perairan, sejak awal aku
memang tidak srek dengan jurusanku dan aku harus terus bersabar untuk
menyelesaikan studi ini, akhirnya selama enam tahun aku bisa terlepas dari
kuliah ini dan akhirnya memilih bekerja di suatu tempat yang sangat jauh dari
disiplin ilmu saat aku kuliah dulu. Yah, tapi aku tidak pernah menyesali atas
apa yang Allah taqdirkan padaku. Walau kadang keluhan muncul secara tiba-tiba
saat aku khilaf, beginilah manusia hidup, banyak melalukan kekhilafan. Akan
tetapi jika segera sadar atas kekhilafan itu maka itu lebih baik.
Berbicara mengenai
pembinaan ruhiyah sejak awal aku masuk kuliah, sepertinya akan lebih menarik.
Sejak awal masuk kuliah, aku telah mendapat pembinaan. Teman-teman di sekitarku
biasa menyebutnya liqo’ . awal kuliah
aku memang telah mengikuti program beasiswa yang di asramakan. Berawal dari
sanalah aku memulai kisahku dalam pembinaan ruhiyah itu dan pada akhirnya
membawa perubahan besar dalam hidupku hingga saat ini. Pembinaan itu terus aku
jalani dimanapun aku berada. Saat ini aku merantau ke pulau kalimantan dan
pembinaan itu terus berjalan dengan lancar. Tahu kah kalian betapa pentingannya
pembinaan ini bagiku? Jawabannya adalah sangat penting, karena dalam pembinaan
ini mengajarkanku arti kehidupan yang sesungguhnya, mengajarkan bagaimana ber-agama
secara benar dan masih banyak lagi yang mungkin jika aku tuliskan tak akan
mampu. Itulah sebabnya aku tak ingin melepaskan pembinaan ini kecuali nafas ini
telah tiada. Mengazamkan diri untuk terus terbina dimanapun dan dalam kondisi apapun itulah
aku. Mungkin ini terlihat konyol akan tetapi inilah yang kurasakan.
Berbicara soal pembinaan,
hal ini juga menjadikan aku lebih percaya diri dan optimis untuk menggapai
setiap mimpi-mimpi yang ada dalam benakku. Banyak tambahan saudara/i yang Allah berikan padaku dari pembinaan ini,
dari berbagai daerah di seluruh nusantara. Termasuk perjalananku ke kota bima
tahun 2014 lalu, Allah mentaqdirkan seorang saudari dari bima mengajakku ke kota
itu untuk menghadiri walimah/pernikahan salah satu pembinaku saat awal masuk
kuliah. Kemudian perjalananku menuju kota Bontang, Kalimantan Timur pun tak
lepas dari taqdir Allah. Syukron ya Allah telah mengantarkanku dalam jalan
dakwah ini. Hingga nafasku berhenti aku akan setia dalam beribadah kepadaMu dan
berbuat baik kepada semua orang.
Aku takut ketika suatu
saat nanti hatiku menjadi khilaf dan gelap, aku takut kehilangan semua ini, aku
tak menjamin hati ini bisa istiqomah, namun tidak ada yang tidak mungkin jika
berharap kepada sang Pemilik Hati untuk terus mengistiqomahkan hati ini agar
senantiasa beribadah dan berbuat baik.
Aku, kamu dan dia Insyaa
Allah akan istiqomah dalam berbuat baik dan beribadah kepadaNya.
Ya Allah aku ingin
menjadi penghuni syurga yang Engkau janjikan dalan Kitab suci Al Qur’an, aku
ingin menjadi Istri yang sholiha penghuni syurga, maka jadikanlah aku istri
yang selalu taat padaMu dan pada suamiku kelak, dan karuniakanlan keturunan yang sholeh/ah dan
menyejukan Hati serta sejuk dipandang.
Ya Allah karuniakanlah
aku pasangan yang sholeh yang selalu mengagungkan namaMu, dan selalu setia
menjalankan perintahMu. Mislah yusuf fii jamaal.
Ya Allah, masukanlah aku
kedalam golongan orang-orang yang sabar, karena aku tahu aku belum termasuk
dalam golongan mereka, maka masukanlah,
Ya Allah, masukanlah aku
kedalam golongan orang-orang yang selalu bersyukur padaMu, karena aku tahu aku
masih terlalu sedikit bersyukur, maka masukanlah.
Ya Allah, ampunilah
segala dosa-dosaku selama 25 tahun ini, karena aku tahu aku ini adalah hamba
yang berlumuran dosa atas kekhilafan yang aku perbuat, ampunilah ya Allah.